Senin 02 Mar 2026 14:14 WIB

Curhat Jamaah Umrah di Tengah Konflik AS-Israel vs Iran: Berharap Pulang Sesuai Jadwal

Jamaah umrah ikut memantau kondisi perang AS-Israel vs Iran.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Kabah (Ilustrasi)
Foto: Republika TV/Sadly Rachman
Kabah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang jamaah umrah asal Indonesia, Salsabila yang akrab dipanggil Bila, mengaku terus memantau perkembangan penerbangannya menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Bila berangkat ke Tanah Suci sebelum serangan AS bersama Israel ke Iran terjadi. Kini, menjelang jadwal kepulangannya ke Tanah Air dalam beberapa hari ke depan, ia berharap tidak ada kendala pada penerbangan yang akan membawanya pulang.

Bila mengatakan, berangkat umrah sebelum Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Keberangkatan ke Tanah Suci menggunakan Saudia Airlines dari Indonesia langsung mendarat di Madinah.

Baca Juga

"Terkait rencananya kepulangan ke Tanah Air sebentar lagi, beberapa hari lagi menggunakan Qatar Airways, transit di Qatar," kata Bila saat dihubungi Republika.co.id, Senin (2/3/3036)

Ia menyampaikan bahwa setiap hari terus memantau informasi dari akun resmi maskapai yang akan digunakan untuk pulang ke Tanah Air, apakah ada kendala atau tidak. Di samping itu, tetap mencari informasi maskapai alternatif jika Qatar Airways ternyata mengalami kendala dan penundaan penerbangan.

Menurut Bila, maskapai alternatif tetap perlu tahu informasinya, jika maskapai yang telah dipesan sebelumnya mengalami penundaan jadwal penerbangan dalam waktu lama. Meskipun tetap yakin bahwa maskapai ternama akan memberikan solusi terbaik, dan tentunya Allah SWT akan memberikan solusi terbaik juga untuk hamba-Nya yang berserah diri.

photo
Infografis Lima Pasti Umroh - (Dok Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement