REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang jamaah umrah asal Indonesia, Salsabila yang akrab dipanggil Bila, mengaku terus memantau perkembangan penerbangannya menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Bila berangkat ke Tanah Suci sebelum serangan AS bersama Israel ke Iran terjadi. Kini, menjelang jadwal kepulangannya ke Tanah Air dalam beberapa hari ke depan, ia berharap tidak ada kendala pada penerbangan yang akan membawanya pulang.
Bila mengatakan, berangkat umrah sebelum Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Keberangkatan ke Tanah Suci menggunakan Saudia Airlines dari Indonesia langsung mendarat di Madinah.
"Terkait rencananya kepulangan ke Tanah Air sebentar lagi, beberapa hari lagi menggunakan Qatar Airways, transit di Qatar," kata Bila saat dihubungi Republika.co.id, Senin (2/3/3036)
Ia menyampaikan bahwa setiap hari terus memantau informasi dari akun resmi maskapai yang akan digunakan untuk pulang ke Tanah Air, apakah ada kendala atau tidak. Di samping itu, tetap mencari informasi maskapai alternatif jika Qatar Airways ternyata mengalami kendala dan penundaan penerbangan.
Menurut Bila, maskapai alternatif tetap perlu tahu informasinya, jika maskapai yang telah dipesan sebelumnya mengalami penundaan jadwal penerbangan dalam waktu lama. Meskipun tetap yakin bahwa maskapai ternama akan memberikan solusi terbaik, dan tentunya Allah SWT akan memberikan solusi terbaik juga untuk hamba-Nya yang berserah diri.




