Ahad 25 May 2014 18:29 WIB

PAI Harus Menyenangkan (1)

Rep: c78/ Red: Damanhuri Zuhri
Dr. Amin Haedari, M.Pd, Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI.
Foto: dok. Kemenag
Dr. Amin Haedari, M.Pd, Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengingat pentingnya mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) bagi para siswa, cara penyampaian materinya harus menarik dan menyenangkan. PAI penting karena menjadi bagian dalam pembentukan moralitas bangsa.

Menurut Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Amin Hedari, guru agama harus mampu membuat proses pembelajaran PAI menarik dan menyenangkan. Dengan demikian, para siswa termotivasi untuk mendalami ajaran agama Islam dengan baik.

"Sebelumnya, para guru agama diberi pelatihan untuk mengetahui cara-cara memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai bahan ajar," kata Amin Haddari kepada Republika, Senin (19/5).

Dalam pemberian materi PAI berbasis teknologi informasi dan komunikasi (ICT), lanjut dia, siswa tidak diposisikan sebagai objek melainkan subjek.

Murid juga dilibatkan dalam diskusi untuk turut memikirkan solusi masalah agama yang dihadapi. "Guru dilatih agar tak hanya mengajar, tapi juga menjadi tutor sekaligus fasilitator," tuturnya.

Ia juga menginformasikan, tahun ini Kemenag mengembangkan PAI berkeunggulan, yakni sekolah didorong untuk merealisasikan ajaran agama Islam, di dalam serta di luar kelas.

"Guru, orang tua, dan para pengurus sekolah diimbau untuk mencontohkan dan menerapkan pendidikan agama kepada anak mulai dari hal yang sederhana," katanya.

Selain itu, Haedari melanjutkan, Kemenag juga mulai membidik kegiatan ekstrakurikuler untuk menginternalkan nilai-nilai akhlak dan akidah kepada para siswa.

"Karena materi keagamaan sekarang ini terbatas hanya empat jam untuk sekolah dasar, dan tiga jam untuk SMP dan SMA, maka kegiatan ekstrakurikuler yang paling tepat untuk optimalisasinya," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement