Selasa 15 Apr 2014 18:18 WIB

Ceska Izinkan Pendidikan Islam Masuk Sekolah

Republik Ceska (Ceko)
Foto: Istimewa
Republik Ceska (Ceko)

REPUBLIKA.CO.ID, PRAHA -- Pemerintah Ceska telah menyetujui program yang bertujuan mempromosikan ajaran Islam di sekolah dasar dan menengah di seluruh negeri.  Ini merupakan kemajuan berarti dalam perkembangan dakwah di bekas negeri komunis tersebut.

Adalah Eyes of Czech Schoolchildren, organisasi yang mengajukan permohonan program tersebut. Mereka mendapat bantuan dari Kedutaan Besar AS di Praha.

Ketika permohonan itu diajukan, muncul isu yang mengatakan program tersebut hanyalah kedok 'Islamisasi' warga Ceska. Isu itu segera ditangkal Muslim Ceska dengan menggelar kampanye yang intinya mempromosikan keberagamaan dan melawan Islamofobia.

"Melalui program ini kami ingin memberikan gambaran seperti apa sejarah Islam, konsep dan hukum Islam, bagaimana posisi perempuan dan Islamofobia," demikian pernyataan resmi organisasi tersebut, Selasa (15/4).

Pada tahapan lanjutan, program ini diharapkan akan memberikan pemahaman yang konkret tentang bagaimana isu tentang Islam dan Muslim yang berkembang di masyarakat. Ini menjadi titik krusial dengan pengharapan ada perspektif berimbang soal ini.

Tujuan akhir dari pada program ini adalah terbangun komunikasi antara warga Ceska dengan Muslim. Yang selanjutnya, akan melahirkan harmonisasi umat beragama di Ceska.

Salah seorang pendiri organisasi Eyes of Czech Schoolchildern, Sadi Shanaah mengatakan pengenalan Islam dan Muslim di kalangan pelajar Ceska bukan dimaksudkan pemaksaan. Tapi berupa opsi.

Populasi Muslim memang tidak sebesar negara Eropa lainnya. Namun, pertumbuhannya sangat pesat.  Data terakhir menyebutkan pada sensus penduduk tahun 1991, populasi Muslim hanyalah 495 orang. Satu dedake kemudian, jumlahnya mencapai 3.699 orang.

Bila dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, memang pertumbuhan populasi Muslim di ceska lebih rendah. Tapi merujuk pada populasi dua dekade silam, pertumbuhannya bisa mencapai 2.000 persen.

Harus diakui gelombang imigran asal Timur Tengah, Balkan dan negara-negara Islam lainnya turut berpengaruh. Yang menarik sebenarnya bukan gelombang imigran, tetapi jumlah mualaf. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah mualaf di Ceska mencapai 2.000 orang. Rata-rata mualaf merupakan kalangan perempuan.

Menteri Dalam Negeri Ceska, menyatakan karakteristik mualaf Ceska adalah individu berpendidikan dan berkemampuan ekonomi yang baik. "Mereka yang menjadi mualaf kebanyakan bergelar akdemis. Sebagian dokter, arsitek, dosen dan lainnya," tulis Radio Free Europe.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi