Kamis 09 Jul 2026 18:00 WIB

Jauh Sebelum Kertas China Populer, Papirus Sudah Merajai Peradaban dari Era Firaun hingga Arab Islam

Papirus telah dikenal sebagai media dokumentasi.

Papirus kuno berbahasa Mesir Kuno, Koptik.
Foto: onislam.net
Papirus kuno berbahasa Mesir Kuno, Koptik.

JAKARTA— Mesir sejak masa kuno dikenal sebagai negeri yang kaya akan tanaman papirus yang tumbuh subur di Delta Sungai Nil dan di sepanjang cabang-cabangnya.

Bangsa Mesir Kuno berhasil mengembangkan teknik unik untuk mengolah tanaman tersebut menjadi bahan tulis yang menyerupai kertas, sekitar 25 abad sebelum Masehi.

Baca Juga

Pada saat banyak bangsa lain masih menggunakan batu, kayu, kulit hewan, dan tulang sebagai media pencatatan peristiwa dan penyimpanan naskah, Mesir telah lebih dahulu memanfaatkan media tulis yang lebih praktis dan fleksibel.

Penggunaan papirus tidak hanya terbatas pada penulisan teks-teks hieroglif dan berbagai bahasa serta aksara yang berkembang darinya, tetapi juga kemudian digunakan untuk menulis dokumen-dokumen berbahasa Arab. Fakta ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.

Papirus terus memainkan peran penting dalam kehidupan administrasi, ekonomi, dan kebudayaan Mesir selama berabad-abad, termasuk setelah penaklukan Islam yang dipimpin oleh sahabat Nabi Muhammad SAW, Amr bin Al-Ash RA, antara tahun 19 hingga 21 Hijriyah.

Kaum Muslimin mendapati bahwa papirus merupakan bahan tulis yang mudah diperoleh dan relatif murah dibandingkan perkamen yang dibuat dari kulit hewan maupun media tulis lainnya yang tersedia pada masa itu.

Hal ini terjadi pada periode ketika kertas yang berasal dari Tiongkok belum dikenal secara luas di dunia Islam. Penyebaran kertas baru benar-benar berkembang pada abad kedua Hijriyah.

Papirus yang diproduksi untuk kebutuhan perdagangan dibuat di bengkel-bengkel khusus, lalu dipasarkan dalam bentuk gulungan yang biasanya terdiri atas dua puluh lembar yang disambung menjadi satu.

Berita Lainnya

Rekomendasi