Ahad 16 Mar 2014 10:46 WIB

Megaproyek Raja Arab Saudi (1): Targetkan 2,5 Juta Jamaah (Bagian-2)

Proyek perluasan Masjidil Haram tuntas pada 2016.
Foto: Antara
Proyek perluasan Masjidil Haram tuntas pada 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Syahruddin el-Fikri

Ruangan luar itu kemudian dipakai oleh sebagian jamaah untuk shalat dan duduk-duduk usai melaksanakan tawaf. Dampak dari perluasan ini, jumlah jamaah yang melaksanakan tawaf menjadi berkurang.

Megaproyek perluasan Masjidil Haram ini bukan kali pertama dilakukan. Sejak akhir abad ke-7 atau awal abad ke-8, sudah dilakukan renovasi dan perluasan.

Dan yang terkini, sejak akhir 2011, Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz bin Faishal bin Ali Suud meletakkan batu pertama proyek perluasan Masjidil Haram. Seperti dilansir Arab News dan Gulf News, perluasan ini tidak tanggung-tanggung.

Masjidil Haram yang sebelumnya memiliki luas sekitar 700 ribu meter persegi dan menampung sekitar 800 ribu hingga satu juta jamaah untuk satu kali shalat fardhu (wajib), kini diperluas menjadi 1,1 kilometer persegi dan diperkirakan mampu menampung jamaah hingga 1,6-2,5 juta jamaah per shalat fardhu.

Dana yang dibutuhkan untuk megaproyek ini pun tak main-main. Nilainya mencapai 80 miliar riyal Saudi (SR) atau setara dengan Rp 264 triliun (kurs Rp 3.300 per riyal).

Perluasan ini untuk meningkatkan kapasitas Masjidil Haram, baik ruang ibadah maupun ruang terbuka. Perluasan juga akan mengurangi kepadatan jamaah haji saat melakukan ibadah di sekitar Masjidil Haram.

Perluasan ini juga akan dilakukan dengan menghubungkan pintu keluar Masjidil Haram dengan Mas'a, yang merupakan jalur Sai antara Shafa dan Marwah, dengan serangkaian jembatan. Sejumlah penyejuk ruangan dan tangga berjalan (elevator) juga akan dipasang.

Renovasi tak hanya dilakukan di area dalam Masjidil Haram. Renovasi juga dilakukan di bagian luar. Dengan target mampu menampung hingga 2,5 juta jamaah setiap shalat fardhu, banyak lokasi yang harus digusur dan dipindahkan. Dan, di antara infrastruktur yang tergusur itu adalah sejumlah hotel di kawasan sekitar Masjidil Haram.

Informasi yang didapatkan Republika pada awal Maret lalu, di antara hotel-hotel yang akan digusur itu adalah Hotel Hilton dan Dar el-Tawheed (Darut Tauhid).

Kedua hotel yang menjadi langganan sejumlah travel asal Indonesia untuk menempatkan jamaah haji atau umrahnya di tempat tersebut saat ini memang masih bertahan. Dan, targetnya hingga dua tahun ke depan, kedua hotel itu akan segera digusur.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement