Jumat 07 Mar 2014 16:20 WIB

Kongres Muslimah Indonesia akan Bahas Jilbab Polwan

Tutty Alawiyah
Foto: Republika/Agung Supri
Tutty Alawiyah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Amri Amrullah

JAKARTA -- Hampir semua organisasi masyarakat (ormas) kewanitaan Muslim di Indonesia akan berkumpul di Wisma DPR Cikopo-Bogor, Jumat (7/3) hingga Ahad (9/3). Setidaknya, 32 ormas Muslimah berkumpul dalam Kongres Muslimah Indonesia.

Mereka akan membahas berbagai problem Muslimah Indonesia, mulai larangan penggunaan jilbab di Indonesia di beberapa daerah, penundaan jilbab polwan, hingga kriteria calon pemimpin pada tahun pemilu ini.

Rencananya, Kongres Muslimah Indonesia ini dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara pada Jumat pagi. Kongres Muslimah Indonesia ini merupakan kongres pertama yang melibatkan jumlah ormas Muslimah yang cukup besar setelah Indonesia merdeka.

Setidaknya, ada 32 ormas Muslimah terbesar ikut hadir, di antaranya Muslimat Nahdlatul Ulama, Aisyiah Muhammadiyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, dan Badan Kontak Majelis Taklim.

Ketua Sterring Comitee Kongres Muslimah Indonesia, Tutty Alawiyah, mengatakan, pelaksanaan Kongres Muslimah Indonesia ini berkat kerja sama beberapa ormas Islam Muslimah terbesar, di antaranya dari Muslimat NU dan Aisyiah Muhammadiyah.

Ketua umum dua induk ormas Islam terbesar itu pun akan turut hadir sebagai narasumber pakar, yakni Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua Umum harian PB NU Said Agil Siradj.

"Kedua ketua umum ini diundang sebagai pakar yang akan bertaaruf dan berkomunikasi dengan 32 ormas Muslimah di Indonesia," ujar mantan menteri negara peranan wanita Kabinet Pembangunan VII 1999 ini di gedung MUI, Kamis (6/3).

Beberapa narasumber dan tamu undangan dari menteri pun turut hadir, seperti Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, dan Menteri Agama Suryadharma Ali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement