REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Tentara muslim akan dikirim ke sejumlah sekolah di seluruh Inggris untuk mengusir Islamofobia setelah terbunuhnya Lee Rigby.
Mereka akan diminta bersama dewan sekolah dan rekan Kristen untuk mengatasi meningkatnya kejahatan karena kebencian agama. Tentara itu termasuk mereka yang pernah dikirim ke Afganistan dan Irak. Beberapa di antara mereka memiliki bekas luka.
Rencana tersebut akan dibahas pada pekan depan di pertemuan kedua gugus tugas untuk mengatasi ekstrimisme dan radikalisasi. Laporan serangan anti-Muslim meningkat delapan kali lipat sejak kematian tentara Rigby di Woolwich, London tenggara.
Sepekan setelah kematian Rigby, serangan anti-Muslim terjadi 36 kali setiap sepekan. Sekitar 650 tentara Muslim saat ini bekerja di angkatan bersenjata. Banyak di antara mereka berada di garis depan.
Sumber senior dari pemerintah mengatakan, ide tersebut untuk menghilangkan stigma dari organisasi sayap kanan seperti EDL dan radikal Muslim. "Ini adalah kesempatan baik bagi laki-laki maupun perempuan berseragam, Muslim dan Non-Muslim untuk pergi ke sekolah dan menunjukkan bahwa orang dari semua agama melayani bersama satu sama lain di angkatan bersenjata," ujarnya dikutip The Independent, Senin (26/8).
Kunjungan ke sekolah juga akan dikoordinasikan dengan kegiatan yang menandai seratus tahun perang dunia pertama dimana ratusan ribu tentara Muslim bertempur dan mati untuk Inggris. Sekitar 1,2 juta tentara dari India berjuang untuk Inggris selama perang. Sekitar 74 ribu dari mereka tewas.




