Senin 18 Feb 2013 22:27 WIB

PM Turki Minta Ulama Berkhotbah dalam Tiga Bahasa

Rep: Agung Sasongko/ Red: Mansyur Faqih
 Seorang imam tengah menyampaikan khutbah (Ilustrasi)
Seorang imam tengah menyampaikan khutbah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Perdana Menteri Turki Reccep Tayyip Erdogan meminta imam masjid atau ulama untuk memberikan khutbah dalam tiga bahasa. Yakni Turki, Kurdi dan Arab. 

Ini dimaksudkan agar para jamaah lebih dapat mengerti pesan yang disampaikan para imam.

"Saya punya pandangan positif soal ini. Jadi, saya kira lebih baik khutbah disampaikan dalam bahasa ibu," kata dia dalam pertemuan dengan para ulama dan mufti di Mardin, seperti dikutip todayszaman, Senin (17/2).

Permintaan Erdogan ini merupakan bagian dari inisiatif Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) dalam menangani etnis minoritas, khususnya Kurdi. Inisiatif ini mulai dilakukan sejak 2009. 

Adapun arah inisiatif ini lebih kepada usaha memberikan hak budaya dan politik yang luas kepada etnis minoritas. Kebijakan yang sudah berjalan terkait inisiatif itu antara lain siaran televisi berbahasa Kurdi.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri, Ahmet Davitoglu mengatakan tidak ada hubungan antara jihad dan terorisme. Hal ini diungkapnya ketika berbicara dalam forum Asosiasi Pengusaha dan Industrialis Independen (MUSIAD) di Istanbul, Ahad kemarin. 

"Jihad adalah bentuk perjuangan untuk menjaga kehormatan. Bagi kami jihad itu suci," kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia menyesalkan adanya lelucon yang terinspirasi kata jihad. Menurutnya, lelucon itu merupakan efek dari dari kesalahpahaman tentang jihad.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement