Rabu 31 Oct 2012 15:21 WIB

Pelayanan Bagi Jamaah Haji Perempuan Perlu Ditingkatkan

Anggota Komisi VII DPR RI, Wardatul Asriah
Foto: Heri Ruslan/Republika
Anggota Komisi VII DPR RI, Wardatul Asriah

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Anggota Komisi VII DPR RI, Wardatul Asriah, menilai pelayanan terhadap jamaah haji wanita perlu lebih ditingkatkan.

Terlebih, kata dia, kesempatan kaum wanita untuk menunaikan rukun Islam kelima itu semakin terbuka. Bahkan, tahun ini jumlah jamaah haji wanita mencapai 56 persen dari 211 ribu orang yang berangkat ke Tanah Suci.

''Jumlah petugas haji wanita, khususnya untuk bimbingan ibadah mungkin harus ditambah pada tahun depan,'' kata Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan PPP itu.

Menurut dia, banyak jamaah yang memerlukan bantuan dari petugas wanita selama di Tanah Suci. Ia mencontohkan, saat tiba di Jeddah masih banyak jamaah perempuan yang tak mengerti cara memakai pakaian ihram.

''Hal seperti ini kan tak bisa dilakukan petugas pria, tapi harus oleh wanita,'' ungkapnya.

Wardatul Asriah mengapresiasi adanya upaya menempatkan lima petugas pengamanan wanita dari polwan dan TNI. Mereka bertugas untuk melindungi jamaah haji perempuan di Masjidil Haram.

''Jika hasil evaluasi penempatan petugas pengawanan wanita itu sangat bermanfaat bagi jamaah, maka tahun depan bisa pula ditempatkan di Masjidil Haram,'' ungkapnya.

yang jelas, kata dia, jamaah haji perempuan membutuhkan perlindungan dan pengamanan ekstra selama berada di Tanah Suci.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement