Senin 08 Oct 2012 14:14 WIB

Kadaker Perintahkan Tim Medis RI Cek ke Rumah Sakit

Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat  sedang berbincang dengan pimpinan RS Zahir, Makkah. Kantor Misi Haji Indonesia telah bekerja sama dengan enam RS di kota Makkah.
Foto: Heri Ruslan/Republika
Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat sedang berbincang dengan pimpinan RS Zahir, Makkah. Kantor Misi Haji Indonesia telah bekerja sama dengan enam RS di kota Makkah.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Meski petugas di lapangan memastikan tak ada jamaah calon haji Indonesia yang menjadi korban tergulingnya bus pengangkut jamaah, Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat, memerintahkan kepala seksi kesehatan untuk memastikan tak ada jamaah calon haji Indonesia yang menjadi korban.

''Tim kesehatan harus mengecek ke semua rumah sakit di kota Makkah untuk memastikan tak ada jamaah calon haji kita yang menjadi korban,'' ungkap Arsyad. Ia juga menginstruksikan agar tim kesehatan mengecek ke kamar mayat.

Pihaknya juga mengingatkan kepada Saptco -- perusahaan angkutan patungan milik pemerintah Arab Saudi dan swasta -- untuk lebih berhati-hati dalam melayani angkutan jamaah dari pemondokan ke Masjidil Haram. 

''Kondisi sopir harus diperhatikan agar tak mengantuk saat mengemudikan bus,'' ungkap Arsyad. Pihaknya meminta agar pelayanan transportasi bisa dilakukan lebih baik, agar peristiwa ini tak terulang lagi.

Menurut Kepala Pos Transportasi Indonesia di Bab Ali, Muchlis Muhtar, ketika bus terguling terdengar benturan keras. ''Saat itu saya berada 20 meter dari lokasi kejadian,'' papar Muchlis kepada wartawan. Bus, kata dia, terguling setelah menabrak tiang listrik.

Posisi bus, kata dia, posisi pintunya berada di bagian atas. Bus bernomor U2589 itu, tutur Muchlis, dikemudikan oleh sopir dari Sudan. ''Kaki sopirnya patah,'' kata dia.

10 menit kemudian, empat ambulans langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Mobil derek juga langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Terowongan Mahbas Jin langsung ditutup dan jamaah calon haji diminta untuk shalat di pemondokan. Terowongan ditutup hingga pukul 07.00 waktu Arab Saudi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement