Sabtu 06 Oct 2012 18:15 WIB

Jalan Hidup Salikin (3)

Ilustrasi
Foto: wordpress.com
Ilustrasi

Oleh: Prof Dr Nasaruddin Umar

Masalah hidup sesungguhnya adalah masalah persepsi. Persepsi bisa membuat suatu masalah menjadi lebih berat atau menjadi lebih ringan.

Para salikin, karena kepasrahannya secara total kepada Allah, tidak pernah merasakan beban hidup yang berat karena dia yakin bahwa Allah meringankan dan mengangkat seberat apa pun beban kehidupan itu.

Sebagaimana firman-Nya, “Dan Kami telah meng hilangkan dari padamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)-mu”. (QS Al-Insyirah [94]: 2-4).

Para salikin merasakan tangan-tangan Tuhan mengangkat masalahnya dengan berbagai cara, antara lain, pertama, masalah dan beban hidup itu nyata adanya, tetapi Allah melapangkan dada ham ba-Nya selebar samudera sehingga masalahnya ibarat sebotol tinta tidak memberikan warna sedikit pun pada air samudera, berbeda dengan segelas air dapat diubah warnanya oleh setetes tinta.

Kedua, masalah dan beban hidup itu nyata, tetapi semua orang yang melihat dan mengetahuinya prihatin dan memberi dukungan pada dirinya sehingga tidak ada beban dan rasa malu yang harus diemban.

Ketiga, masalah dan beban hidup itu nyata adanya, te api diyakini dan dinikmatinya cara Tuhan untuk membersihkan dosa masa lampaunya. Kelima, wujud masalah dan beban hidup itu dihilangkan oleh Allah SWT.

Di kamar Maryam selalu tersedia menu makanan lengkap tanpa diketahui asal muasalnya, Nabi Ibrahim selamat dari bara amukan dan bara api, Nabi Musa dan Nabi Yunus selamat dari kedalaman laut, dan banyak lagi kisah ajaib lainnya dalam Alquran.

Orang yang yakin penuh terhadap Tuhan, maka semua makhluk-Nya hakikatnya mencintai dan tidak akan mencederainya. Bahkan, dengan serta-merta mereka akan menolong kekasih Tuhannya. Para salikin berkeyakinan seperti ini. Di dunia ini penuh keajaiban dan keajaiban itu bisa diakses oleh para kekasih Tuhan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement