Ahad 02 Sep 2012 20:22 WIB

Muslim Jerman Mundur dari Kampanye Anti-Terorisme

Rep: Agung Sasongko/ Red: Hafidz Muftisany
Muslim Jerman (ilustrasi)
Foto: weaselzippers.us
Muslim Jerman (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN--Komunitas Muslim Jerman menarik diri dari kampanye anti-terorisme yang disponsori kementerian dalam negeri. Langkah itu diambil setelah kampanye yang dilakukan justru menyudutkan umat Islam.

Pengumuman penarikan diri komunitas Muslim dibarengi dengan pelaksanaan aksi protes yang digelar, Sabtu (1/9) kemarin. Dalam aksi itu, komunitas Muslim menyatakan kerjasama dengan pemerintah seharusnya menjadikan mereka sebagai patner dalam membuat putusan. Akantetapi, putusan sudah dibuat.

"Kampanye yang ada hanya membangkitkan argumen destruktif bukan solusi konstruktif," demikian pernyataan resmi komunitas Muslim seperti dikutip onislam.net, Ahad (2/8).

Sedari awal, komunitas Muslim setuju ambil bagian dalam kampanye dengan catatan setiap keputusan harus mempertimbangkan posisi komunitas Muslim. Sayang, komunitas Muslim merasa dikhianati dengan kampanye sepihak yang dilakukan pemerintah. Terlebih kampanye itu tampak hanya membuat komunitas Muslim dirugikan.

Menanggapi penarikan diri komunitas Muslim, Menteri Dalam Negeri Hans-Peter Friedrich mengaku menyesalkan putusan Muslim Jerman. Ia berharap kemitraan antara pemerintah dan komunitas Muslim tetap terjalin. "Menteri begitu terkejut dengan putusan itu," kata juru bicara kementerian.

Poster berisi kampanye anti-kelompok garis keras yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Jerman memicu protes keras dari komunitas Muslim. Mereka menganggap kampanye itu hanya menambah masalah baru dan menghilangkan tujuan awal dari kampanye.

Dalam poster itu terdapat tulisan "Telah Hilang", dibawahnya terdapat ilustrasi seorang pemuda. Lalu ada tulisan berbunyi "Ini adalah anak kami Ahmad. Kami merindukannya, karena kami tidak mengenalinya lagi. Ia menjadi lebih, lebih dan lebih radikal karena fanatisme agama dan kelompok militan. Jika anda memiliki pengalaman seperti saya, hubungi pusat konseling."

Empat organisasi Muslim seperti Uni Islam Turki (DITIB), Asosiasi Pusat Budaya Islam (VIKZ), Dewan Pusat Muslim Jerman (ZMD) dan Komunitas Islam Bosnia di Jerman (IGBD) dalam pernyataan bersama mengatakan kontekstualisasi poster hanya menimbulkan persepsi yang keliru. Efeknya hanya menyudutkan komunitas Muslim

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement