Rabu 22 Aug 2012 22:31 WIB

Perlu Kreativitas Agar Jamaah Kembali ke Masjid

Rep: Fenny Melisa/ Red: Chairul Akhmad
  Seorang warga tengah shalat di sebuah masjid (ilustrasi).
Foto: Republika/Edwin
Seorang warga tengah shalat di sebuah masjid (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Bidang Hukum Wakaf dan Prasarana Dewan Masjid Indonesia (DMI), Fattah Wibisono, menilai menurunnya jumlah jamaah masjid pascaRamadhan disebabkan karena bulan Ramadhan mampu mengkondisikan masyarakat untuk beribadah baik secara pribadi maupun sosial.

"Umat Islam memiliki penghargaan khusus pada bulan Ramadhan karena pada bulan ini pahala ibadah berlipat ganda," ujar Fattah, Rabu (22/8).

Menurut dia, menurunnya jumlah jamaah masjid pascaRamadhan bisa dipahami karena banyak dari jamaah terutama yang berada di kota-kota besar pulang ke kampung halaman.

"Untuk masjid di daerah penurunan tidak terlalu signifikan. Misalkan di Lamongan, jumlah jamaah shalat Subuh masih cukup banyak. Karena itu, perlu ada kegiatan kreatif dari para pengurus masjid agar masyarakat memakmurkan masjid kembali," kata dia.

Fattah mencontohkan kegiatan shalat malam seperti yang dilakukan Masjid Al-Ishlah di Kecamatan Adiwarna, Tegal. Pengurus Masjid Al-Ishlah mengadakan kegiatan shalat malam selama empat hari tiap pekannya.

"Dan itu penuh sekali jamaahnya. Mereka shalat tahajud kemudian dilanjutkan dengan shalat Subuh berjamaah, kultum, dan sarapan gratis," tutur Fattah.

Contoh lainnya adalah dengan mengadakan pemberdayaan ekonomi lemah dan malam bina iman dan taqwa (mabit). Seperti yang dilakukan sebuah masjid di Surabaya. Sebelum pengajian Ahad pagi yang diselenggarakan masjid tersebut, para pengurus masjid mengundang pedagang kaki lima untuk berjualan di halaman masjid.

Mereka juga membina para pedagang tersebut dalam bentuk pemberian modal juga pembinaan rohani. “Hal tersebut saya kira mampu mendorong perekonomian masyarakat. Selain itu, kegiatan itikaf di masjid-masjid bisa dilanjutkan dengan mengadakan mabit. Hal tersebut memberikan pengaruh positif pada masyarakat untuk kembali ke masjid," kata Fattah.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement