Kamis 02 Aug 2012 15:35 WIB

Naskah Islam Klasik Nusantara, Dari Aceh hingga Buton (1)

Rep: Nidia Zuraya/ Red: Chairul Akhmad
Naskah klasik Islam Nusantara (ilustrasi).
Foto: wordpress.com
Naskah klasik Islam Nusantara (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Kawasan Asia Tenggara sejak awal Masehi telah berfungsi sebagai jalur lintas perdagangan bagi kawasan sekitar Asia Timur dan Asia Selatan.

Dari kawasan Asia Selatan, hubungan pelayaran antarbenua terus berlanjut ke barat sebelum akhirnya mencapai Eropa.

Melalui jalur perdagangan ini, Prof Dr Hasan Muarif Ambary—dalam bukunya yang bertajuk Menemukan Peradaban: Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia—menjelaskan bahwa kawasan Asia Tenggara pada abad-abad berikutnya menjadi lebih ramai dengan hadirnya berbagai pedagang dan pelaut yang biasa berlayar melalui wilayah tersebut. Itu terjadi sejak abad ke-5 saat perdagangan memasuki era globalisasi.

Sebagai dampak dari hubungan antarbangsa ini, beberapa bandar di Asia Tenggara—seperti bandar-bandar di Burma, Thailand, Semenanjung Malaysia, dan nusantara—berubah fungsi menjadi bandar regional.

Dampak lain dari komunikasi internasional ini adalah masuknya pengaruh tradisi besar di kawasan Asia Tenggara, mulai Hindu-Buddha pada abad ke-1-5 M, kemudian Islam pada abad ke-7 hingga 13 M, dan sejak abad ke-17 adalah Eropa yang sejalan dengan kolonialisme di Indonesia dan Asia Tenggara umumnya.

Peradaban Islam nusantara

Sekitar abad pertama tahun Hijriyah atau abad ke-7 M, meskipun dalam frekuensi yang tidak terlalu besar, kawasan Asia Tenggara telah berkenalan dengan tradisi Islam. Hal ini terjadi ketika para pedagang Muslim, yang berlayar di kawasan ini, singgah untuk beberapa waktu.

Pengenalan Islam lebih intensif, khususnya di Semenanjung Melayu dan nusantara, yang dimulai beberapa abad kemudian. Sejak saat itulah, peradaban Islam mulai dikenal dan berkembang luas di wilayah nusantara.

Salah satu hasil peradaban Islam di Indonesia adalah khazanah naskah-naskah klasik (manuskrip). Sejak abad-abad awal Hijriyah, Islam telah tumbuh sebagai agama yang dianut sebagian besar bangsa Indonesia. Perkembangan ini semakin pesat pada abad ke-16 M, di mana Islam telah menyebar secara merata ke seluruh wilayah nusantara.

Perkembangan Islam yang demikian pesat di bumi nusantara ini membawa dampak pada masyarakat. Ajaran Islam yang berasal dari Timur Tengah dan masuk ke Indonesia melalui para pedagang Arab membuat banyak masyarakat kesulitan dalam memahami istilah-istilah Arab.

Dari sinilah kemudian, muncul sejumlah tokoh Muslim yang menguasai bahasa Arab untuk memperkenalkan ajaran Islam sesuai dengan tradisi lokal. Islam disampaikan dengan menggunakan bahasa daerah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement