Selasa 20 Mar 2012 23:19 WIB

Fungsi Masjid Seharusnya Multidimensional

Rep: Agung Sasongko/ Red: Chairul Akhmad
Masjid Al-Barkah, Bekasi (ilustrasi).
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Masjid Al-Barkah, Bekasi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Fungsi masjid yang berlokasi di pasar tradisional masih terbatas peruntukannya sebagai pelengkap fasilitas. Padahal, masjid memiliki fungsi komprehensif dan multidimensional seperti sebagai sarana menuntun para pedagang untuk menjaga adab dalam berniaga.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Nasir Zubaedi, mengatakan keberadaan Masjid di mana pun harus memiliki fungsi berupa pencerahan dan arahan bagi masyarakat. "Tentu saja dalam hal ini dibutuhkan pengelola atau pengurus masjid yang kreatif," kata dia saat berbincang dengan Republika Online, Selasa (20/3).

Bentuk keratifitas itu, menurut Nasir, tercermin saat menggerakan aktivitas syiar Islam menyesuaikan dengan karakteristik jamaah. Penyesuaian itu dimaksudkan agar tujuan syiar dapat tepat sasaran. "Sebagai contoh, pengurus harus mampu memilih dan memilah para khatib yang memberikan nuansa pencerahan sesuai dengan karakteristik pedagang," kata dia.

Pemilihan khatib, lanjut Nasir, juga diikuti dengan penyesuaian isi materi khutbah berupa muatan moral terkait dengan perdagangan. Misalnya, soal kejujuran dalam timbangan, kejujuran dalam menjajakan barang, dan kejujuran untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam menjajakan makananan dan lainnya.

"Sebab itu, para khatib dan mubaligh jangan hanya memberikan pencerahan surga dan neraka. Namun, berikan pencerahan terhadap masalah sepele yang mungkin dapat mengundang bahaya seperti misalnya konsumsi zat berwarna," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement