Kamis 02 Feb 2012 20:13 WIB

Hujjatul Islam: Najamuddin At-Tufi, Ulama yang Luas Ilmunya (2)

Rep: Syahruddin El Fikri/ Red: Chairul Akhmad
Ilustrasi
Foto: Blogspot.com
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Nama lengkap ulama ini adalah Najamuddin Abu Ar-Rabi' Sulaiman bin Abdul Qawi bin Abdul Karim bin Sa'id At-Tufi As-Sarsari Al-Baghdadi Al-Hambali.

Ia lebih terkenal dengan panggilan At-Tufi, nama sebuah desa di daerah Sarsar, Irak. Di desa inilah, Najamuddin At-Tufi dilahirkan pada 657 H (1259 M) dan meninggal dunia pada 716 H (1318 M).

Selain At-Tufi, ia juga populer dengan panggilan Ibnu Abu Abbas. Berdasarkan keterangan ini, Najamuddin lahir setahun setelah serbuan pasukan Mongol ke Kota Baghdad yang dipimpin oleh Khulagu Khan pada 1258 M.

At-Tufi adalah seorang yang cinta terhadap ilmu pengetahuan. Hal ini dapat dipahami dari petualangannya belajar dalam berbagai disiplin ilmu di berbagai tempat dari beberapa alim ulama yang masyhur di zamannya.

Berbagai disiplin ilmu yang dipelajari At-Tufi, seperti ilmu tafsir, hadis, fikih, mantiq, sastra, teologi dan sebagainya. Adapun tempat-tempat yang pernah dikunjunginya untuk menuntut ilmu pengetahuan antara lain, Sarsari, Baghdad, Damaskus, Kairo dan tempat lainnya yang banyak bermukim para alim ulama yang masyhur.

Pada usia muda, At-Tufi belajar di desa kelahirannya, dengan mempelajari dan menghapal kitab fikih Mukhtasar al-Khiraqi, karya Umar Ibnu Al-Husein bin Abdullah bin Ahmad Al-Khiraqi dan mempelajari ilmu nahwu kitab Al-Luma', karya Abu Al-Fathi Usman bin Jani. Kemudian, At-Tufi belajar fikih pada Syekh Zainuddin Ali bin Muhammad As-Sarsari, salah seorang ahli fikih mazhab Hanbali yang terkenal dengan sebutan Ibnu Al-Bauqi.

Pada tahun 691 H, At-Tufi pergi ke Kota Baghdad dan belajkar kitab Fiqh al-Muharrir, karya Muhiduddin Ibnu Abdul Salam bin Taimiyah pada Syekh Taqiyuddin Az-Zarairati—salah seorang ahli fikih Irak.

Disamping itu, At-Tufi juga belajar bahasa Arab dan ilmu sharaf pada Abu Abdullah Muhammad Ibnu Al-Husein Al-Muwassili. Kemudian, ia juga belajar ushul fiqh pada An-Nasr Al-Faruqi dan alim ulama lainnya. Sesudah itu, At-Tufi mempelajari ilmu faraidh dan logika.

Pada saat yang sama, ia belajar hadis pada Ar-Rasyid bin Al-Qasimi, Ismail bin At-Tabbal, Hafiz Abdul Rahman Sulaiman Al-Hirani dan ahli hadis, Abu Bakar Al-Qulanisi, serta ulama lainnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement