Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Dompet Dhuafa Resmikan Sekolah Ramah Gempa

Kamis 14 Mar 2019 13:01 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Gita Amanda

Sekolah ramah gempa Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah di Lombok Utara yang diresmikan Dompet Dhuafa pada Rabu (13/3).

Sekolah ramah gempa Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah di Lombok Utara yang diresmikan Dompet Dhuafa pada Rabu (13/3).

Foto: Dok Dompet Dhuafa
Banyak sekolah yang hancur akibat gempa bumi sehingga kegiatan belajar terhambat.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK UTARA -- Gempa bumi memporak-porandakan ribuan bangunan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun lalu. Banyak sekolah yang hancur akibat gempa bumi, sehingga kegiatan belajar dan mengajar terhambat. 

Baca Juga

Untuk membantu proses pemulihan pascagempa, Dompet Dhuafa, gubernur NTB dan para donatur baru saja meresmikan bangun sekolah Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah. Pesantren tersebut kini memiliki aula, rumah santri, masjid dan bangunan kelas baru dengan desain ramah gempa serta tradisional.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah, Hambali mengungkapkan rasa syukur. Ia bercerita, awalnya pesantren tersebut memiliki infrastruktur yang sederhana. Kemudian terjadi gempa yang meluluhlantakan bangunan pesantren. 

"Setelah itu ternyata ada malaikat yang mengirimkan orang-orang baik melalui Dompet Dhuafa untuk Lombok, tidak pernah kami bayangkan, kini Tarbiyatul Islamiyah memiliki sebuah aula, masjid besar, dengan bangunan kelas baru," kata Hambal saat peresmian bangunan pesantren ramah gempa, Rabu (13/3).

Direktur Program Dompet Dhuafa, Bambang Suherman meyakinkan bahwa Dompet Dhuafa masih tetap gerilya untuk pemulihan pasca bencana di Lombok. Bantuan yang disampaikan Dompet Dhuafa merupakan mandat dari para donatur. Mereka ingin bantuan tersebut terkelola dengan baik agar bertambah luas manfaatnya.

"Belum selesai Dompet Dhuafa untuk Lombok terutama pada tahap recovery ini juga dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat, selain (memfasilitasi) pendidikan, ada klinik kesehatan gratis berupa kapal cepat di pesisir demikian pula program ekonomi pemberdayaan lainnya," ujarnya.

Adi, siswa kelas 12 Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah mengungkapkan, tidak pernah mengira akan datang gempa bumi pada Juli - Agustus 2018. Rumahnya pun rata akibat dahsyatnya gempa. Sekolah tempatnya belajar pun roboh, membuat para siswa hilang semangat belajar sampai Dompet Dhuafa meresmikan sekolah ramah gempa.

"Padahal setahun lagi kelulusan, kami semua juga khawatir bangunan sekolah yang tersisa akan roboh jika masih digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar, kami tidak semangat dan sedih waktu itu," ujarnya.

Peresmian sekolah ramah gempa dimeriahkan dengan penampilan kesenian dari siswa-siswi Tarbiyatul Islamiyah, bacaan ayat suci Alquran. Juga dilakukan penandatanganan oleh Dompet Dhuafa, Tarbiyatul Islamiyah dan gubernur NTB.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA