Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

'Semua Agama Ajarkan Kedamaian dan Ketenteraman'

Sabtu 23 Feb 2019 16:54 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Umat Islam berzikir (Ilustrasi)

Umat Islam berzikir (Ilustrasi)

Foto: AP/Dar Yasin
Hati bersih kunci menjalin persaudaraan demi terwujudnya perdamaian.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU— Semua agama di muka bumi pada dasarnya mengajarkan tentang kedamaian dan ketenteraman.

Baca Juga

Pernyataan ini disampaikan guru besar pemikiran Islam Modern IAIN Palu, Zainal Abidin pada Tabligh Akbar Satuan Tugas Nusantara yang di laksanakan Satgas Nusantara Polres Parigi Moutong, di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (23/2).  

"Tidak ada agama atau tidak ada satu agama-pun di muka bumi ini yang menganjurkan pemeluknya berbuat kekacauan, atau sesuatu yang negatif," ujar Zainal.   

Zainal yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Palu itu mengemukakan, hati yang bersih menjadi kunci utama untuk menjalin persaudaraan, persatuan yang berdampak pada terwujudnya perdamaian jelang pelaksanaan Pemilu 2019.

"Jika hati kotor, akan melahirkan pikiran yang kotor. Jika pikiran kotor, akan melahirkan ucapan dan tindakan serta perilaku yang kurang baik," tutur dia. 

Hati yang kotor, menurut Zainal, akan membuat seseorang selalu berpikir negatif terhadap orang lain, bahkan berprasangka buruk terhadap orang lain.

Berpikir negatif dan berprasangka buruk, kata dia, akan selalu mencurigai kegiatan atau aktivitas seseorang atau sekelompok orang.

Bahayanya lagi, jika kecuriagaan itu disebarkan atau diceritakan kepada orang lain, yang kebenarannya belum dapat dipastikan.

Yang akan terjadi, menurut dia, hanyalah fitnah atau menyamaikan informasi yang tidak didukung dengan fakta dan kebenaran kepada orang lain.

"Ini yang membuat kekacauan, permusuhan, dan seterusnya. Mulai dari tingkat rumah tangga bahkan di lingkungan yang luas lagi," tutur rektor pertama IAIN Palu itu.

Rois Syuriah Nahdlatul Ulama Sulawesi Tengah ini mengimbau kepada masyarakat utamanya umat Islam, agar menghentikan berprasangka dan berpikir buruk/negatif terhadap aktivitas dan kegiatan seseorang atau sekelompok orang.

“Perilaku dan sikap seperti itu akan berdampak buruk terhadap kualitas silaturahim,” kata dia. 

Tabligh Akbar Satgas Nusantara itu mengangkat tema "Dengan Hati yang Sejuk Kita Dukung Pemilu yang Aman dan Damai", dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Parigi Moutong, dan ribuan masyarakat di daerah itu.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA