Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Azyumardi Apresiasi Kalbar Sebagai Contoh Kerukunan Beragama

Sabtu 23 Feb 2019 14:15 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Azyumardi Azra menjadi pembicara saat peluncuran buku

Azyumardi Azra menjadi pembicara saat peluncuran buku "Naik Haji di Masa Silam dan Kakawin Sumanasintaka" di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Foto: Republika/Agung Supriyanto/ca
Kalbar salah satu daerah yang multietnisnya lebih beragam.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK— Masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) yang terkenal harmonis dengan kekayaan multietnis dan multicultural menjadi percontohan daerah lain, khususnya menjelang Pemilu 2019.

Baca Juga

Apresiasi ini disampaikan cendekiawan Muslim Azyumardi Azra di Pontianak, Sabtu (23/2). 

Azyumardi mengatakan masyarakat Kalbar bisa terus menjaga kerukunan dan tidak mudah terpecah belah. Kalbar salah satu daerah yang multietnisnya lebih beragam dibandingkan dengan daerah lainnya.

Di masyarakat setempat, kata dia, muncul kesadaran dan usaha untuk merajut kebersamaan dalam kehidupan yang multietnis.

Di masyarakat setempat, kata dia, muncul kesadaran dan usaha untuk merajut kebersamaan dalam kehidupan yang multietnis sehingga memunculkan kerukunan di tengah-tengan kemajemukan.  

“Dibandingkan dengan daerah lainnya, Kalbar bisa menjadi contoh mengelola keberagaman etnis dilakukan," kata mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. 

Dia mengatakan, saat pemilu setiap orang dan setiap kelompok masyarakat dipersilakan memilih pasangan calon presiden yang mana menurut pandangan mereka sebagai terbaik.

Namun, kata dia, mereka tidak menjelekkan satu pasangan calon presiden lainnya dan tidak menyebarkan berita tidak benar terkait dengan pasangan calon presiden.  

"Silakan pilih paslon presiden masing-masing tapi kemudian saat kita harus menahan diri untuk tidak menyebarkan berita tidak benar satu sama lainnya. Supaya keutuhan bangsa tetap terpelihara," katanya.

Dia mengatakan hoaks terkait suku, agama, dan menjelekkan salah satu pasangan calon presiden atas dasar agama dan suku, dapat merusak jejaring kebangsaan sehingga hal itu harus dihentikan. 

"Silakan mengajukan program-program apa yang bisa dilakukan oleh paslon, hentikan berita hoaks dapat merusak jejaring kebangsaan," tuturnya.  

Azyumardi menambahkan secara organisasi, etnis yang ada tidak secara terbuka mendukung salah satu pasangan calon presiden, karena tidak semua anggota etnis kesukuan itu mendukung pasangan yang dipilih. Jika itu dilakukan, berpotensi menimbulkan perpecahan.   

"Supaya tidak terpecah belah satu suku atau kelompok etnis, maka pimpinannya jangan melakukan dukungan secara terbuka karena ini bisa menimbulkan perpecahan dan konflik di dalam etnisnya. Kalau ada anggota organisasi etnis mendukung paslon tertentu silakan, tapi jangan mengatasnamakan kelompok etnisnya karena kalau mengatasnamakan etnisnya pasti bagian lain tidak mendukung," katanya. 

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengapresiasi dialog publik multietnis yang membuat keharmonisan antaretnis di Kalbar. 

Kegiatan tersebut, katanya, bisa menggali nilai kebersamaan dan pemersatu setiap etnis dan perekat kebersamaan antaretnis. 

"Ketika terjadi perbedaan maka kita menyelesaikan dengan kesamaan antaretnis. Dan untuk mencari kesamaannya sering-sering diadakan pertemuan seperti ini, dan kita undang pakar-pakar yang memahami merajut keberagaman di suatu wilayah," katanya.

Pada setiap kesempatan, dirinya menyuarakan kebersamaan dalam multietnis untuk membangun Provinsi Kalbar lebih baik dan maju.

Bahkan, saat ia mulai menjabat sebagai gubernur, telah berpesan ke masyarakat Kalbar untuk membangun Kalbar dengan bersama-sama, tanpa memandang suku, agama, ras, dan antargolongan. 

"Saya yakin untuk memperkuat NKRI dan daerah Kalbar khususnya ini, memberikan kesejahteraan kepada masyarakat semuanya tanpa membedakan agama, tanpa membedakan etnis. Semuanya punya hak untuk mendapatkan pelayanan dari pemerintah, maka perlu kebersamaan," katanya. 

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA