Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Cara Mahasiswa Universitas Seattle Perangi Islamofobia

Rabu 11 Jan 2017 09:34 WIB

Rep: Marniati/ Red: Dwi Murdaningsih

Muslim AS kampanye anti Islamofobia

Muslim AS kampanye anti Islamofobia

Foto: worldbulletin

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Universitas Seattle yang terletak  di barat laut Amerika Serikat mengadakan lokakarya Kids4Peace bagi siswa untuk memerangi Islamofobia. Dalam lokakarya ini, pihak universitas akan mengajarkan siswa SMP, SMA serta mahasiswa tentang bagaimana menggunakan media untuk melawan Islamofobia  di komunitas mereka sendiri.

Fasilitator acara dari Kids4Peace, Jordan Goldwarg mengatakan lokakarya ini akan memberi kesempatan bagi pemuda Muslim untuk menceritakan pengalaman pribadi mereka sebagai Muslim. Sedangkan untuk pemuda non-Muslim, lokakarya ini dapat menjadi kesempatan untuk berbicara tentang pengalaman mereka dengan Muslim Amerika.

“Lokakarya ini akan mendorong pemuda untuk menceritakan kisah mereka sendiri tentang Islam dan Muslim Amerika. Mereka kemudian akan membawa cerita ini ke media sebagai potongan opini dan surat kepada editor,” ujar Jordan Goldwarg seperti dilansir Seattletimes.com (5/1).

Nantinya, satu jam pertama lokakarya akan fokus pada masalah Islamofobia dengan menampilkan pembicara yang telah mengalaminya langsung. Sisanya akan menampilkan workshop dan pelatihan menulis untuk membantu orang-orang muda menyampaikan pengalaman mereka sendiri dengan Islam atau Muslim.

Ide lokakarya ini muncul setelah adanya lonjakan dalam kejahatan kebencian terhadap Muslim akibat retorika anti muslim yang ditampilkan selama pemilu. Menurut FBI, terjadi peningkatan 67 persen insiden kejahatan kebencian pada tahun 2015.

Ahlaam Ibraahim (18) seorang mahasiswa dari Universitas Washington mengaku secara teratur harus membela agamanya terhadap orang-orang yang salah paham akan Islam. Menurutnya, terkadang kesalahpahaman terjadi dalam bentuk komentar atau lelucon dari teman sekelas. Bahkan terkadang komentar keras sering muncul. Seperti  meminta ia kembali ke negara asalnya yakni Arab saudi. Untuk itu, lokakarya ini diharapkan dapat membantu pemuda muslim dalam menjelaskan tentang Islam secara luas. Sehinga Islamofobia dapat berkurang di AS.

"Keyakinan saya diserang setiap hari. Orang yang memiliki sedikit pengetahuan tentang Islam justru harus berbicara dengan Muslim atau pergi ke masjid,” katanya.


Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA