Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Shamsi Ali: Islam di AS Semakin Ditekan Semakin Bersinar

Jumat 19 Aug 2016 17:08 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Achmad Syalaby

Ustaz Shamsi Ali

Ustaz Shamsi Ali

Foto: Agung Supriyanto/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sebagai negara Super Power, Amerika Serikat selalu memiliki kepentingan terhadap kekuatan baru yang akan menyainginya. Setelah runtuhnya Uni Soviet, kini yang musuh lain AS adalah Cina secara ekonomi dan Rusia secara politik. Namun, ada kekuatan baru yang mulai dikhawatirkan AS, yaitu Islam.

Imam Islamic Center New York, Ustaz Shamsi Ali, mengatakan perkembangan Islam di AS setelah tragedi 9 September 2001 atau insiden WTC, menunjukkan perkembangan yang sangat luar biasa di AS. 

"Banyak orang yang mengatakan setelah 9/11, Islam akan ditinggalkan. Tapi sebaliknya mereka merasa ingin mengetahui lebih jauh tentang Islam yang sebenarnya," ujarnya saat mengisi ceramah seusai shalat Jumat di Masjid Universitas Indonesia, Depok, Jumat (19/8).

"Makanya, ketika Trump (Capres AS Donald Trump) ingin melarang Muslim ke AS, justru banyak penolakan dari warga AS kepada Trump. Dia bisa melarang Muslim, tapi dia tidak bisa menolak cahaya Islam. Semakin ditekan, Islam semakin berkembang."

Shamsi menegaskan inilah janji Allah SWT yang sekarang telah terbukti dengan fakta yang terjadi di AS, bahwa jumlah Muslim terus bertambah jauh berkali-kali lipat sebelum tragedi 9 September. Kini diperkirakan 10 juta-13 juta Muslim di AS. Jumlah ini sangat berpengaruh saat pemilihan presiden AS nanti.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB