Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Parmusi Siap Kirim Dai ke Pulau-Pulau Terluar di Indonesia

Senin 30 May 2016 13:23 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Achmad Syalaby

Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP PARMUSI), Usamah Hisyam saat melakukan pernyataan sikap terhadap aksi kampanye LGBT di Jakarta, Jumat (19/2). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP PARMUSI), Usamah Hisyam saat melakukan pernyataan sikap terhadap aksi kampanye LGBT di Jakarta, Jumat (19/2). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Menjelang bulan Ramadhan 1437 Hijriyah, organisasi masyarakat Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) menyiapkan beberapa dai untuk berdakwah. Nantinya para dai yang dipersiapkan akan berdakwah di beberapa daerah tertentu di Indonesia.

“Kami akan melepas 60 dai ke berbagai daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar di Indonesia,” kata Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam, Senin (30/5). Usamah menjelaskan, dai-dai tersebut akan dipersiapkan melalui Workshop Dakwah Parmusi di Smesco Hill, Cisarua, Bogor sejak 27-31 Mei 2016. 

“Pelepasan dai-dai Permusi itu akan dilakukan pekan depan atau awal bulan nanti dan akan bertugas selama bulan Ramadhan,” jelas Usamah.Menurut Usamah, pada tahap sekarang para dai tersebut akan disebar ke saerah perbatasan Indonesia yang kondisinya kekurangan dai. Tentunya tujuan utamanya, para dai bisa berdakwah pada Ramadhan tahun ini.

“Tahap pertama emang kita memprioritaskan wilayah perbatasan. Sedangkan nantinya seluruh dan di Ibu Kota Provinsi akan dilakukan secara paralel,” ungkap Usamah.

Usamah berpendapat, dakwah di Indonesia harus dibangun secara mandiri. Salah satunya, lanjut Usamah, Kepulauan Riau bisa mengirimkan 15 dainya dari biaya sendiri untuk mendukung kegiatan workshop dan penyebaran dai ke daerah perbatasan Indonesia.

Diketahui, peserta workshop berasal dari beberapa daerah diantaranya seperti dari Bali, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan Aceh. Workshop tersebut juga akan terus dikembangkan terutama beberapa daerah yang sulit memiliki para dai.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA