Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Rasyid Ridha, Sang Penyala Api Modernisme Islam (2)

Jumat 22 Feb 2019 06:32 WIB

Red: Hasanul Rizqa

(ilustrasi) Syekh Rasyid Ridha

(ilustrasi) Syekh Rasyid Ridha

Foto: tangkapan layar google image
Rasyid Ridha kecil dididik untuk mencintai membaca

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seperti disarikan dalam Ensiklopedia Islam, Rasyid Ridha sewaktu berusia anak-anak dididik untuk lancar membaca Alquran, menulis, dan berhitung. Dia pada saat itu tinggal bersama keluarganya di Qalamun, Suriah. Berkat didikan orang tua dan para gurunya, Rasyid kecil menjadi cinta membaca sejak dini. Tanda-tanda kecerdasan pun sudah kelihatan.

Rasyid Ridha mendapatkan pendidikan dasar di sekolah negeri Madrasah ar-Rasyidiyah di Tripoli. Dia belajar pelbagai ilmu agama dan ilmu umum. Namun, keluarganya hanya menempatkan Rasyid Ridha kecil selama satu tahun di sini. Sebab, sekolah ini kemudian hanya berfokus mendidik anak-anak agar kelak menjadi pegawai negeri. Sementara, Rasyid Ridha enggan lulus sebagai calon aparat sipil negara.

Selanjutnya, Rasyid Ridha memilih Madrasah al-Wathaniyah al-Islamiyah sebagai tempatnya belajar. Lembaga ini didirikan seorang ulama Suriah Syeikh Husain al-Jisr, yang juga menyempatkan diri untuk mengajar.

Dari sang syeikh, Rasyid Ridha mendapatkan begitu banyak inspirasi agar tidak menyerah dalam menimba ilmu. Dia tersadarkan bahwa dirinya merupakan bagian dari satu komunitas yang amat besar, yakni umat Islam.

Pemikiran Syeikh Husan al-Jisr lainnya juga memengaruhi Rasyid Ridha bahkan sampai masa dewasanya, yakni umat Islam mengalami stagnansi karena meninggalkan semangat observasi keilmuan.

Semangat yang sama justru mendorong peradaban sekuler Eropa melejit meninggalkan umat Islam dan bahkan menindas mereka. Akan tetapi, sang syeikh juga khawatir dengan banyaknya sekolah model Eropa yang tidak menyertakan kurikulum agama di Suriah.

Oleh karena pandangan gurunya itu, Rasyid Ridha menjadi yakin bahwa pendidikan agama idealnya diiringi pula pendidikan umum agar generasi muda Muslim dapat keluar dari keterpurukan.

Baca juga: Rasyid Ridha, Sang Penyala Api Modernisme Islam (3)

Sumber : Islam Digest Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA