Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Allah Beserta Kita?

Selasa 18 Jun 2019 14:14 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Gerakan shalat saat sedang bersujud (ilustrasi).

Gerakan shalat saat sedang bersujud (ilustrasi).

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Mawas diri itu perlu dan terus meningkatkan amalan dan ketakwaan kepada Allah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Mustoffa Kamil Ridwan     

Baca Juga

Kisah sukses perebutan benteng oleh pasukan Khalid bin Walid merupakan pertolongan Allah kepada pasukan Islam karena mawas diri mereka.

Kegagalan pasukan Islam selama tiga bulan karena "ada yang kurang" dalam beribadah, sehingga Allah tidak kunjung beserta mereka dalam peperangan itu.

Untuk itu, mereka memutuskan untuk berpuasa. Maka datanglah pertolongan Alah melalui anjing-anjing yang mencuri makanan sahur mereka. Subhanallah.

Kisah nyata berikut ini menunjukkan bahwa betapa Allah memberi pertolongan dari arah yang tidaak disangka-sangka kepada mereka yang berjuang di jalan-Nya dengan kepatuhan mutlak.

Kisah terjadi saat perebutan Konstantinopel (Romawi Timur) oleh pasukan Turki. Hal ini terungkap berkat penelitian atas dua buah pulau di Samudra Pasifik.

Dua pulau itu menurut penelitian berasal dari satu pulau saja, yang terbelah akibat letusan gunung berapi di tahun 1452. Letusan itu hebat sekali. Selain membelah pulau, cahaya letusannya melesat tinggi ke angkasa.

Kala itu, tentara Islam sedang mengepung Konstantinopel. Cahaya letusan gunung yang jauhnya puluhan ribu kilometer itu menerangi kota itu, yang terletak di lambung benua Eropa.

Tentara Romawi, begitu melihat cahaya api menerangi kota mereka, mengira kota mereka terbakar. Maka menyerahlah mereka kepada pasukan Islam. Hingga kini kota itu menjadi bagian wilayah Turki dengan nama Istanbul. Allahu Akbar.

Kisah lain, lebih kontemporer. Seorang pemimpin gabungan koperasi ditanya oleh seseorang, apa yang dilakukannya manakala badan usaha yang dipimpinnya dicekam kesulitan besar.

Jawabnya, ia perintahkan anak buahnya mengumpulkan seluruh surat permintaan sumbangan, dari mana pun. ''Penuhi semua permohonan itu,'' katanya.

Anak buahnya tentu saja protes karena perusahaan sedang sulit sekali, tidak cukup dana untuk itu. Tetapi, pemimpin itu tetap tegar, ''pokoknya penuhi!''

Si anak buah terpaksa menurut. Apa yang terjadi? Dalam waktu tidak lama terbukalah jalan-jalan kemudahan bagi gabungan koperasi itu. Allahu Akbar.

''... bagi mereka yang bertakwa Allah akan memberi jalan keluar; dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka ....''

Itulah janji Allah dalam Surat Atthalaq ayat 2 dan 3.

Sudah bertakwakah kita? Marilah kita mawas diri, seperti Khalid bin Walid; seperti pemimpin gabungan koperasi itu.

Rasanya, bangsa ini serta seluruh elemennya yang mengaku Islam perlu melakukannya agar MawAllah bersedia "beserta kita'". Selain itu, harapannya agar Allah berkenan melepas kita dari kesulitan. Tanpa itu, jangan-jangan kita dicap munafik oleh Allah. Nauzubillahi min zalik.

sumber : Pusat Data Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA