Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Muslim Milenial Inggris Merasa Prasangka Rasial Meningkat

Kamis 22 Mar 2018 09:55 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Muslim muda Inggris.

Muslim muda Inggris.

Foto: Reuters/Olivia Harris
Islam adalah agama terbesar kedua di Inggris setelah Kristen.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebuah laporan baru tentang perubahan sikap Muslim milenial mengungkapkan 40 persen dari mereka meyakini prasangka agama meningkat di Inggris. Kalangan muda ini cenderung merasa mereka telah didiskriminasi.

Penelitian yang dilakukan Ipsos MORI melakukan pengkajian data yang diambil dari survei selama 10 tahun terakhir. Mereka menemukan 36 persen kaum Muslim usia 18 hingga 24 tahun kemungkinan merasa mereka 'sering' didiskriminasi. Sementara 27 persen dari mereka yang berusia 55 tahun dan di atasnya mengatakan mereka mengalami diskriminasi.

Peningkatan prasangka itu diungkapkan dalam data yang diambil dari dua survei yang dilakukan pada 2015. Survei itu dilakukan dengan menanyai orang-orang jika mereka merasa prasangka telah meningkat atau menurun selama lima tahun sebelumnya.

Baru-baru ini, dua politikus Skotlandia menyatakan mereka percaya rasialisme dan islamofobia memburuk di Skotlandia. Menteri Transportasi dari Partai Nasional Skotlandia (SNP) di Holyrood, Humza Yousaf dan politikus Partai Buruh MSP, Anas Sarwar mengatakan mereka kerap menerima ancaman pembunuhan dengan kekerasan melalui media sosial dan email. Selain itu, anggota komunitas Muslim dan agama lain juga melaporkan peningkatan dalam penyalahgunaan, baik secara pribadi maupun melalui media digital.

Laporan itu juga menemukan mayoritas Muslim (70 persen) merasa diperlakukan adil oleh pemerintah Inggris. Umat Muslim lebih cenderung mengatakan 'menjadi orang Inggris' penting bagi mereka untuk mengetahui siapa mereka daripada orang Inggris pada umumnya. Hanya 44 persen orang dewasa Inggris secara keseluruhan mengatakan identitas nasional mereka penting. Namun angka itu meningkat menjadi 55 persen di kalangan Muslim.

Didukung oleh Aziz Foundation, Barrow Cadbury Trust, Joseph Rowntree Charitable Trust, dan Unbound Philanthropy, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut tentang pendapat dan sikap di antara Muslim Inggris. Terdapat 4,8 persen umat Muslim dari keseluruhan populasi di Inggris. Islam adalah agama terbesar kedua di Inggris setelah Kristen.

Separuh dari semua Muslim di Inggris berusia di bawah 25 tahun, dengan sepertiganya di bawah usia 15 tahun. Fokus khusus dari penelitian ini adalah sikap di antara Muslim milenial, yaitu orang yang lahir antara 1980 dan 1995, dan bagaimana mereka berbeda dari generasi yang lebih tua.

Asif Aziz, ketua Azis Foundation, mengatakan laporan itu menunjukkan bahwa sementara Muslim Inggris mengidentifikasi kuat dengan identitas agama mereka, mereka juga Inggris yang setia dan menampilkan perasaan kesamaan dengan Muslim lainnya dan dengan sesama warga Inggris. Ia berharap laporan ini akan mengarah pada penghapusan representasi yang sempit, yang sebagian besar negatif, dari Muslim Inggris dalam wacana publik dan media di Inggris.

"Saya berharap ini akan mendorong perenungan yang lebih kaya dan lebih bernuansa yang mengenali signifikansi perubahan yang kita saksikan di antara kaum muda Muslim, dan apa artinya bagi masa depan negara kita sebagai tempat di mana orang-orang dari semua agama dapat hidup bersama dengan baik dan berkembang," kata Aziz, dilansir di The Big Issue, Kamis (22/3).

Selain ini, ada sejumlah temuan yang dilaporkan dari penelitian Ipsos MORI tersebut. Disebutkan, jika kaum Muslim di Inggris lebih cenderung merasa pendidikan adalah bagian dari identitas diri mereka daripada orang Kristen. Sebanyak 55 persen Muslim menyatakan itu penting dibandingkan dengan 35 persen orang Kristen.

Kaum Muslim milenial cenderung meyakini homoseksualitas seharusnya legal di Inggris dibandingkan generasi yang lebih tua. Sebanyak 28 persen anak usia 18 hingga 24 tahun berpendapat itu seharusnya legal, dibandingkan dengan 18 persen umat Islam secara keseluruhan.

Antara 2001 dan 2011, kesenjangan pendidikan ditutup lebih signifikan di kalangan umat Islam daripada keseluruhan populasi. Pada 2001, 29 persen dari semua orang berusia di atas 16 tahun di Inggris dan Wales tidak memiliki kualifikasi, dan 38,6 persen di antaranya adalah Muslim. Pada 2011 angka itu turun menjadi 22,7 persen secara keseluruhan, dan 25,6 persen di antaranya kalangan umat Islam.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA