Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Muslim Bhutan tak Diizinkan Berdakwah

Selasa 27 Feb 2018 10:07 WIB

Red: Agung Sasongko

masjid di Bhutan

masjid di Bhutan

Foto: wikipedia
Hak-Hak umat Islam belum diakui pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bhutan memang tak lepas dari Buddha, baik sejarah maupun kebudayaan. Tapi, Islam datang di tengahtengah mereka seiring perkembangan di Asia Selatan.

Apalagi, posisi Bhutan yang yang diapit dua negara besar, Cina dan India, di mana jalur perdagangan banyak terjadi di kedua negara tersebut. Kesultanan Islam pun banyak berdiri di sana, salah satu yang terbesar, yakni Dinasti Mughal.

Hanya saja, Buthan terluput dari wilayah emperium besar Islam pada abad ke- 16 tersebut. Mughal di masa lalu hanya menduduki kawasan yang sekarang ini menjadi negara India, Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, dan Nepal. Alhasil, Bhutan bukanlah negara di mana dakwah Islam berkembang. Sehingga, populasi Muslim di sana tak sebanyak negara Asia Selatan lain. 

Meski Islam telah lama dikenal masyarakat Asia Selatan, menurut US Library of Congress, komunitas Muslim Bhutan baru mulai terlihat eksis pada 1989. Angkanya sangat kecil dan tak banyak mendapatkan hak kebebasan beragama.

Sebagai negara yang men ja di kan Buddha sebagai agama resmi negara, Bhutan tak banyak me nerapkan kebebasan beragama bagi rakyatnya, tapi semakin hari negara tersebut makin menerapkan asas demokrasi.

Kebebasan beagama mulai diterapkan pada pemeluk Hindu yang minoritas, tapi kemudian mendapatkan de facto kebebasan beragama. Adapun Muslimin, masih berjuang mendapatkan hak tersebut. 

Meski Islam tak diakui, bukan berarti Islam dilarang. Muslimin hi dup sebagaimana rakyat Bhutan pa da umumnya. Mereka memiliki hak sebagai warga negara serta memiliki hak untuk bekerja. Hanya satu hal yang tak diizinkan, yakni menyebarkan agama atau dakwah Islam.

Oleh karenanya, jumlah Muslimin tak berkembang pesat di sana. Komunitas Muslim pun hanya hidup di kalangan mereka saja. Tapi, mereka dapat hidup nyaman di sana.

 

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA