Jumat 08 Oct 2010 22:04 WIB

PW Muhammadiyah Jatim Putuskan Kembali ke Dakwah Kultural

Rep: Erik PP/ Red: Siwi Tri Puji B
Muhammadiyah
Muhammadiyah

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Musyawarah Wilayah (Muwil) ke-14 Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Jatim dinilai Ketua Pemuda Muhammadiyah Jatim Sulidaim, harus jadi titik balik bagi Muhammadiyah agar kembali ke jalan dakwah kultural sesuai tujuan awal KH Ahmad Dahlan menyebarkan Islam.

Diakui atau tidak, kata Sulidaim, titik lemah sekarang adalah Muhammadiyah masih berdakwah di kalangan elite, dan tidak pernah lagi menyentuh kalangan bawah sampai pelosok desa. “Momen Muswil harus membuat Muhammadiyah Jatim menengok kembali tujuan dakwahnya. Jangan terus berfokus di kalangan atas, tapi dakwah kultural di pelosok desa harus digarap agar ajaran pendiri Muhammadiyah dapat dirasakan semua kalangan,” ujar Sulidaim kepada Republika, Jumat (8/10).

Dikatakan Sulidaim, pada abad ke-2 lahirnya Muhammadiyah, arah gerakan dakwahnya harus dievaluasi menyeluruh. Selain wajib menembus batas kultural, sambungnya, Muhammadiyah hendaknya berdakwah berbasis digital dan mulai memberi peran lebih besar kepada tingkat ranting (kecamatan), yang selama ini belum berjalan maksimal.

“Setiap ranting yang memiliki amal usaha, baik sekolah, tempat ibadah, dan layanan kesehatan, harus dimanfaatkan untuk menggerakkan jalan dakwah kultural. Itu agar Muhammadiyah bisa menyentuh arus bawah, seperti awal berdirinya dulu,” ucap anggota Komisi C DPRD Jatim itu.

Sulidaim melanjutkan, jika ingin menyentuh arus bawah maka Muhammadiyah harus berbasis ranting dengan mengutamakan jumlah kualitas kader agar mampu menggerakkan kelompok pengajian untuk menyadarkan masyarakat yang masih terbelakang. “Karena kelompok pengajian itu berada di tingkat ranting. Maka jika diberdayakan bisa menjembatani agar Muhammadiyah bisa masuk ke masyarakat kelas bawah, yang masih terabaikan,” tutur Sulidaim.

Kader Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengakui tantangan menyebarkan dakwah Muhammadiyah di Jatim cukup berat sebab masyarakatnya mayoritas berbasis nahdliyin. Namun, ia mengharapkan dakwah Muhamamdiyah bukan memusuhi paham yang dianut nahdliyin, melainkan saling memberikan pencerahan memajukan Jatim. “Dakwah Muhammadiyah perlu saling bersinergi dengan pihak lain dengan tujuan utama mencerahkan masyarakat yang tertinggal. Itulah inti dakwa secara nyata,” tambah Sulidaim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement