Rabu 18 Aug 2010 22:29 WIB

Tips Sehat di Bulan Penuh Rahmat

Red: irf
Shalat Tarawih bisa menjadi ajang relaksasi
Foto: Musiron/Republika
Shalat Tarawih bisa menjadi ajang relaksasi

Oleh Dr Briliantono M Soenarwo SpOT PhD

Makanan yang masuk ke dalam perut kita, tidaklah masuk begitu saja, meskipun sudah dikunyah terlebih dahulu di mulut. Ia mengalami proses yang panjang, rumit, dan memerlukan waktu yang tidak sebentar. Lambung kita memerlukan waktu sedikitnya enam jam untuk mencerna makanan sampai halus.

Setelah itu, makanan ini dikirim ke usus halus sedikit demi sedikit, sampai akhirnya lambung benar-benar kosong. Di dalam usus halus, makanan mengalami proses pencernaan lagi selama kurang lebih 4 jam sehingga makanan ini benar-benar bisa diserap oleh darah. Itu artinya, sejak masuk ke dalam mulut, sampai makanan itu diserap oleh darah, memerlukan waktu lebih kurang 10 jam.

Subhanallah, itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW selalu mengunyah sampai halus makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Hal itu bertujuan untuk meringankan kerja lambung dan organ-organ pencernaan lainnya.

Melihat kerja organ-organ pencernaan yang demikian, kita patut bersyukur, Allah SWT mewajibkan kita berpuasa sepanjang bulan Ramadhan. Dengan kewajiban itu, seakan-akan Allah "mewajibkan" kita tetap sehat. Sebab, selama kurang lebih 15 jam kita puasa, organ-organ pencernaan akan mendapat istirahat total, kurang lebih lima jam.

Puasa yang dilaksanakan secara benar, tidak hanya akan menyehatkan organ-organ pencernaan, tetapi juga sistem syaraf pusat, menormalisasi metabolisme tubuh, membuang racun dan zat-zat kimia yang bisa membahayakan tubuh, serta menghilangkan lemak yang tidak dibutuhkan.

Hanya yang perlu diperhatikan adalah setiap mukmin hendaknya tetap menjaga dan mengendalikan nafsu makan saat berbuka dan sahur. Sebab, setelah 15 jam lambung tidak kemasukan makanan, lalu secara tiba-tiba dibebani tugas berat, akibatnya bisa bahaya.

Ketika waktu berbuka tiba, segeralah berbuka, terutama dengan yang manis-manis. Tapi, jangan berlebihan, yang penting sudah cukup menghilangkan haus agar saat shalat maghrib tidak kepayahan. Bila ingin makan berat, sebaiknya setelah tarawih. Itu pun tetap jangan berlebihan. Karena, setelah itu kita tidur dan beberapa jam kemudian makan sahur. Sebagai catatan, sahur, meskipun hanya dengan seteguk air, harus tetap dilaksanakan karena di dalamnya ada keberkahan. (HR Khuzaimah).

Bagi yang tidak mempunyai kebiasaan olahraga rutin dan teratur, sebaiknya jangan memaksakan diri berolahraga saat sedang berpuasa, kecuali sekadarnya. Olahraga yang baik adalah berjalan kaki, untuk membakar kalori. Tak perlu lama, cukup sampai berkeringat.

Tapi, sesungguhnya, shalat tarawih yang kita laksanakan bisa menjadi sarana relaksasi bagi tubuh dan tulang asalkan tidak tergesa-gesa dilaksanakan. Santai saja. Dengan demikian, tubuh bisa merasakan gerak yang ritmis dan tulang mengalami tekanan, kemampatan, dan peregangan yang bisa memperlancar sirkulasi darah. Wallahu a'lam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement