Selasa 02 Mar 2021 06:10 WIB

Masjid London Timur Dibuka Lagi Dengan Aturan Ketat

Aturan ketat diterapkan di Masjid London Timur.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
 Masjid London Timur Dibuka Lagi Dengan Aturan Ketat.  Foto ilustrasi: Masjid Ramadan di Hackney, distrik di timur London, Inggris.
Foto: muslimsinbritain
Masjid London Timur Dibuka Lagi Dengan Aturan Ketat. Foto ilustrasi: Masjid Ramadan di Hackney, distrik di timur London, Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON --- Salah satu Masjid terpadat di London  telah dibuka lagi setelah hampir dua bulan ditutup selama karantina wilayah. Ialah Masjid London Timur yang juga menjadi pusat kegiatan Muslim London, kini masjid tersebut sudah dibuka lagi untuk sholat berjamaah namun demikian dengan pelaksanaan aturan ketat untuk mencegah Covid-19. 

Seperti dilansir My London pada Selasa (2/3) Masjid yang berada di  Whitechapel itu telah ditutup pada 6 Januari meskipun secara teknis diizinkan tetap buka di bawah pedoman Pemerintah.

Baca Juga

Sekarang untuk dapat mengikuti kegiatan di masjid, jamaah harus memakai masker setiap saat, melakukan  wudhu di rumah dan membawa sajadah dan tas sepatu sendiri. Siapa pun yang berusia di bawah 12 tahun, atau memiliki masalah kesehatan  atau gejala Covid-19 diminta untuk tidak hadir. Masjid akan dibuka 15 menit sebelum sholat berjamaah dan akan ditutup segera setelah pelaksanaan sholat.

Awal bulan ini, masjid tersebut diubah menjadi pusat vaksinasi  di tengah kekhawatiran tentang rendahnya kasus virus Corona di antara komunitas etnis minoritas di London timur.

Kepala Imam Syekh Abdul Qayum yang baru sembuh dari Covid-19  telah mendorong semua orang untuk mengikuti vaksinasi. 

“Saya telah mendengarkan dengan seksama nasihat dari para ahli medis Muslim. Mari kita ambil vaksinnya jika sudah ditawarkan kepada kita. Pikiran dan doa kami bersama banyak orang yang telah kehilangan orang yang dicintai dan kami berterima kasih atas dedikasi dan komitmen tenaga kesehata  dan pekerja garis depan yang membantu mereka yang terkena Covid-19," katanya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement