Senin 08 Feb 2021 14:10 WIB

Ratusan Orang Divaksinasi di Klinik Masjid London Timur

Masjid menyerukan umat Muslim agar datang menerima vaksinasi Covid-19.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah
Ratusan Orang Divaksinasi di Klinik Masjid London Timur. Warga Muslim lansia menerima vaksinasi Covid-19 di klinik pop-up (sementara) di Masjid London Timur di Inggris, Sabtu (6/2).
Foto: The Guardian/David Levene
Ratusan Orang Divaksinasi di Klinik Masjid London Timur. Warga Muslim lansia menerima vaksinasi Covid-19 di klinik pop-up (sementara) di Masjid London Timur di Inggris, Sabtu (6/2).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Ratusan orang menerima vaksin Covid-19 di klinik pop-up (sementara) yang didirikan oleh Masjid London Timur di Inggris pada akhir pekan. Masjid London Timur membuka klinik demikian untuk mendorong umat Islam bersedia menerima suntikan vaksin di tengah kekhawatiran yang beredar tentang vaksin tersebut.

Masjid, yang melayani komunitas Muslim terbesar di Inggris itu, mengatakan tujuan dari didirikannya klinik tersebut ialah meyakinkan orang-orang yang ragu melakukan vaksinasi. Studi terbaru menunjukkan, secara signifikan masyarakat etnis kulit hitam, Asia dan minoritas (BAME) lebih rendah dari rata-rata warga yang mengambil vaksin.

Baca Juga

Sebagian besar dari mereka yang mendatangi London Muslim Centre, di samping masjid tersebut, pada Sabtu (6/2) lalu adalah Muslim berusia di atas 68 tahun, dan banyak yang didukung oleh kerabat yang lebih muda. Di antara yang pertama menerima suntikan vaksin Covid-19 tersebut ialah Khoyrun Nessa (76 tahun). Ia ditemani oleh menantu perempuannya, Ruzina.

Klinik tersebut mendapat izin dari pejabat kesehatan masyarakat pada Kamis malam lalu. Masjid diberi waktu satu hari untuk mempromosikan vaksinasi tersebut kepada penduduk setempat.

"Kami menggunakan perangkat yang biasanya memungkinkan orang mendengar adzan di rumah mereka untuk menyerukan orang-orang agar datang dan mendapatkan vaksinasi," kata Asad Jaman, yang mempelopori proyek tersebut, dilansir di The Guardian, Senin (8/2).

Baca juga : UAS Sebut 10 Kode Etik Jurnalistik dari Perspektif Islam

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement