Senin , 04 December 2017, 14:51 WIB

Rumah Zakat Terjunkan 50 Relawan Aksi Peduli Bencana

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Dwi Murdaningsih
Rumah Zakat
Rumah Zakat membantu korban banjir di Yogyakarta.
Rumah Zakat membantu korban banjir di Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengatakan telah menerjunkan 50 relawan yang tersebar di berbagai lokasi bencana akibat pengaruh Siklon Tropis Cempaka.

"Mereka terbagi di berbagai wilayah seperti lokasi pengungsian Erupsi Gunung Agung Bali, Kabupaten Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Serang, Sukabumi, Purworejo, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kudus, dan Sukoharjo," kata dia kepada Republika.co.id, Senin (4/12).

Sebanyak 17 relawan diterjunan untuk aksi peduli bencana di Pacitan. Kabupaten Pacitan mengalami banjir bandang paling parah.

Kabupaten Pacitan salah satu wilayah yang terkena bencana banjir dan longsor hingga menyebabkan 11 orang meninggal dunia. Ke-11 korban meninggal terdiri dari 9 orang akibat tertimbun tanah longsor dan 2 orang hanyut terbawa banjir.

Selain itu Rumah Zakat juga menerjunkan relawan sembilan orang di lokasi banjir Yogyakarta dan 16 relawan erupsi Gunung Agung, Bali. Sisanya tersebar di berbagai titik wilayah bencana.

Saat bencana banjir di Pacitan, Rumah Zakat mengirimkan dua unit mobil dan dua unit perahu untuk membantu evakuasi. Mereka juga membuka dapur umum dan memberikan bantuan mendesak seperti pakaian, bahan makanan, mesin pompa dan alat kebersihan. Rumah Zakat juga membuka posko bantuan di Sirno Boyo dan Ngemplak.

Selain bantuan logistik kepada korban banjir Pacitan, Rumah Zakat juga memberikan bantuan logistik kepada korban banjir Yogjakarta. "bantuan logistik yang diberikan berupa kornet Superqurban, minyak goreng, sarden, air mineral, biskuit kering, biskuit anak, susu, pakaian dan diapers," kata dia.

Mereka juga mendistribusikan makanan siap saji bai pengungsi di posko Keboagung. Selain mendistribusikan logistik, relawan juga membersihkan lumpur dijalanan usai banjir surut. Sama halnya di lokasi bencana banjir, Rumah Zakat juga mendirikan posko di lokasi pengungsian erupsi Gunung Agung, Bali. Selain membangun posko untuk menyalurkan logistik, mereka juga membangun dapur umum.

Relawan di posko erupsi Gunung Agung, juga bertugas untuk melakukan assesment kondisi lapangan. Merek ajuga melakukan pendampingan psikososial untuk warga yang terdampak bencana. Untuk membantu korban bencana banjir dan erupsi gunung berapi, Rumah Zakat membuka donasi khusus Sharing Happiness. Merek menargetkan penerima manfaat sebanyak seribu orang dengan anggran Rp 100 juta selam 27 hari.

"Saat ini dana yang terkumpul mencapai Rp 91.363.235 berdasarkan data yang dihimpun Rumah Zakat," kata dia.