Kamis 18 May 2017 17:37 WIB

Din Syamsuddin: Aliansi Rusia-Dunia Islam Bisa Dicontoh

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Mantan ketua umum PP Muhammadiyah M Din Syamsuddin.
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Mantan ketua umum PP Muhammadiyah M Din Syamsuddin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai aliansi strategis Rusia-dunia Islam dapat menjadi model kemitraan dan kerja sama yang positif untuk membangun peradaban dunia baru yang berkemajuan, berkeadilan dan berkeadaban. Hal ini disampaikannya saat pidato pada Sidang Kelompok Visi Strategis Rusia-dunia Islam di Grozny City, Federasi Rusia, Rabu (17/5).

Din yang menjadi anggota Kelompok Visi Strategis Rusia-Dunia Islam sejak 2007 menjelaskan, dunia pascaperang dingin memang membawa ketidakpastian. Kedua, tesis The End of History Fukuyama dan The Clash of Civilization Huntington memang terjadi, tetapi mendorong konvergensi.

"Sayangnya konvergensi itu tidak berwajah positif terhadap dunia Islam sebagai pilar penting peradaban dunia," kata Din kepada Republika.co.id melalui keterangan tertulisnya, Kamis (18/5)

Ia menerangkan, saat ini yang terjadi justru permusuhan terhadap Islam, baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti adanya proxy war antara sesama negara Islam. Globalisasi yang semula dimaksudkan agar keadaan monolitik dalam bidang politik dan ekonomi bersifat liberalistik, justru telah membangkitkan negara-negara lain yang ditandai oleh kebangkitan Asia Timur.

"Sebagai akibatnya, negara-negara Barat merasa terkalahkan sehingga membangkitkan ultra-nasionalisme seperti yang terjadi di Amerika Serikat dan beberapa negara barat," jelasnya.

Guru Besar Politik Islam Global dari FISIP UIN Jakarta ini mengungkapkan dunia Barat masih melihat Islam sebagai ancaman alih-alih mitra strategis untuk kemajuan bersama. Maka, menurut Din, aliansi strategis Rusia-dunia Islam merupakan alternatif positif.

Din menjelaskan, walaupun tidak ada makan siang gratis, tetapi Rusia dapat mengedepankan pendekatan kemitraan ramah Islam (Islam friendly partnership). Tentunya akan dapat saling menguntungkan. Rusia memerlukan dunia Islam terutama untuk dukungan politik dan kerja sama ekonomi.

"Dunia Islam pun dapat memanfaatkan kekuatan Rusia yang masih menyisakan keunggulan Iptek dan juga ekonomi," ujarnya.

 

Pertemuan Kelompok Visi Strategis Russia-Dunia Islam atau yang disebut Group for Strategic Vision Russia-Islamic World dihadiri beberapa presiden. Di antaranya, Presiden Republik Tatarstan, Rustam Minikhanov sebagai ketua kelompok, Presiden Ceska, Ramadan Kadirov sebagai tuan rumah dan sejumlah tokoh Federasi Rusia serta tokoh dari berbagai negara Muslim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement