Senin , 20 March 2017, 13:53 WIB

Arab Saudi Gencar Contohkan Perlindungan HAM di Hukum Syariah

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus Yulianto
EPA/Raed Qutena
  Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al-Saud
Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al-Saud

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman telah mengonfirmasi keinginan Arab Saudi untuk memberikan contoh atas perlindungan hak-hak dan kebebasan yang sah. Hal itu, demi mencapai kesejahteraan dan pembangunan sosial yang komprehensif, sesuai dengan syariah Islam.

Dilansir dari Saudi Gazette, Senin (20/3), Kerajaan pun berharap keinginan itu dapat tercapai sambil tetap menjaga keamanan sosial, dan meningkatkan kepercayaan di dalam agama. Selain itu, ia berharap langkah itu dapat meningkatkan kepercayaan kepada pemerintah.

Pernyataan Raja Salman itu disampaikan Pangeran Khaled al-Faisal, penasihat Penjaga Dua Masjid Suci dan Gubernur Makkah, pada konferensi internasional yang bertajuk "Tren Intelektual antara Kebebasan Berekspresi dan Prinsip Dasar Syariah". Konferensi dihelat Dewan Fiqih Islam Liga Muslim Dunia (MWL).

Pangeran Khaled menekankan, sesuai Alquran, manusia bebas memiliki darah, uang, dan kehormatan mereka, karena Islam telah membebaskan semua ibadah, kecuali menyembah Allah SWT. Tapi, dia mengingatkan, jika manusia harus mematuhi aturan yang ditasbihkan Allah SWT.

Dewan telah menetapkan kalau tujuan langkah itu bukan menyerang ibadah, ritual, dan kesucian agama, melainkan untuk berkomitmen kepada ketulusan, nilai-nilai masyarakat dan tatanan sosial, sekaligus demi menjaga objektivitas urusan agama dan duniawi.

Media, turut pula diharapkan sebagai sarana komunikasi dan publikasi, dan menebar nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan dengan tanggung jawab atas kebenaran. Media diminta berhati-hati mengolah bahan yang bisa membahayakan nilai-nilai dan menciptakan hasutan.