Jumat 02 Oct 2026 10:28 WIB

Dewan Hubungan Amerika-Islam Sambut Baik UU Hari Libur Idul Fitri di Kalifornia

UU ini menghapus hambatan Muslim Kalifornia dalam merayakan hari raya keagamaan.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Ani Nursalikah
Dewan Hubungan Amerika-Islam Sambut Baik UU Hari Libur Idul Fitri di Kalifornia.
Foto: www.freepik.com
Dewan Hubungan Amerika-Islam Sambut Baik UU Hari Libur Idul Fitri di Kalifornia.

REPUBLIKA.CO.ID, KALIFORNIA -- Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR-CA) cabang Kalifornia menyambut baik penandatanganan RUU Majelis (AB) 2017 yang dilakukan oleh Gubernur Gavin Newsom. Aturan tersebut mengakui Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur resmi.

Kebijakan ini mengatasi tantangan lama bagi lebih dari satu juta penduduk Muslim di negara bagian Amerika Serikat (AS) tersebut yang sering kali terpaksa memilih antara menjalankan agama mereka, bersekolah, atau bekerja.

Baca Juga

Ditulis oleh Anggota Majelis Matt Haney dan disponsori bersama oleh CAIR-CA, Komisi Kalifornia untuk Urusan Amerika Penduduk Asia dan Kepulauan Pasifik, dan Dewan Dampak Muslim, AB 2017 mengizinkan pegawai negara bagian dan sekolah untuk merayakan Idul Fitri menggunakan kredit liburan pribadi atau waktu cuti yang ada.

RUU tersebut juga memberi wewenang kepada sekolah K-12 dan community college untuk tutup pada hari Idul Fitri melalui kesepakatan yang dinegosiasikan secara lokal, dikutip dari laman CAIR California, Kamis (1/10/2026).

Lolosnya AB 2017 terjadi pada saat yang kritis bagi komunitas Muslim Amerika. CAIR baru-baru ini mendokumentasikan peningkatan sebesar 183 persen dalam insiden yang menargetkan masjid dan pusat-pusat Islam dari Mei hingga Juli dibandingkan dengan periode tiga bulan yang sama tahun lalu. Pengakuan resmi hari raya ini mengirimkan pesan penting dan kuat bahwa Kalifornia menghargai dan melindungi komunitas Muslim di tengah meningkatnya permusuhan.

Dalam sebuah pernyataan, CEO CAIR-CA Hussam Ayloush mengatakan, sudah terlalu lama pelajar dan karyawan Muslim di Kalifornia harus membuat pilihan sulit antara berpartisipasi dalam perayaan yang penting bagi agama mereka atau tertinggal dalam kewajiban akademik atau profesional mereka.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi