Jumat 02 Oct 2026 09:39 WIB

Konser Israel & New Breed, MUI Minta Penyelenggara Klarifikasi Dugaan Dukungan Israel

Dugaan keterkaitan konser dengan agenda Christian Zionism disebut perlu dijelaskan.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Ani Nursalikah
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Prof. Sudarnoto (kiri).
Foto: Republika/Prayogi
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Prof. Sudarnoto (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan memperoleh informasi mengenai rencana penyelenggaraan konser Israel & New Breed bertajuk “Till The Whole World Knows” di Jakarta pada 24 Oktober 2026.

Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menimbulkan keresahan karena adanya dugaan kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan dukungan terhadap Israel, bahkan dikaitkan dengan agenda Christian Zionism.

Baca Juga

"Saya memandang informasi tersebut perlu segera mendapatkan penjelasan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan dari pihak penyelenggara. Saya tidak ingin membangun sikap berdasarkan rumor atau informasi yang belum terverifikasi," kata Prof. Sudarnoto kepada Republika, Kamis (1/10/2026).

Prof. Sudarnoto menambahkan, apabila benar konser tersebut membawa, mempromosikan, atau menjadi bagian dari agenda dukungan terhadap Israel, hal tersebut patut mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Pertama, bangsa Indonesia sampai hari ini memiliki posisi yang jelas dalam persoalan Palestina-Israel. Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel dan secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Sikap ini bukan semata-mata persoalan agama, melainkan bagian dari politik luar negeri Indonesia yang berakar pada prinsip antipenjajahan dan penghormatan terhadap kemanusiaan.

"Pembukaan UUD 1945 menegaskan kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," ujar President of the Asia Pacific Coalition for al Quds and Palestine ini.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi