Rabu 09 Sep 2026 07:01 WIB

Israel Keluarkan 800 Perintah Pengusiran dari Al-Aqsa Sejak Awal 2026

Serangan Israel terhadap masjid-masjid terus meningkat.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Warga Yahudi melakukan ritual setelah menerobos Masjid al-Aqsa, Yerusalem, Kamis (23/7/2026).
Foto: Quds News Network/X
Warga Yahudi melakukan ritual setelah menerobos Masjid al-Aqsa, Yerusalem, Kamis (23/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM -- Pemerintah Wilayah Yerusalem menyatakan pada hari Ahad lalu bahwa jumlah perintah pengusiran Israel dari Masjid Al-Aqsa yang tercatat sejak awal tahun 2026 telah mencapai 800, setelah sekitar 15 perintah didokumentasikan selama enam hari pertama bulan September.

Dalam sebuah pernyataan, pemerintah wilayah tersebut menyebutkan bahwa jumlah perintah yang tercatat dalam enam hari pertama bulan September hampir menyamai total gabungan yang tercatat pada bulan Juli dan Agustus, yaitu sebanyak 23 perintah.

Baca Juga

Disebutkan bahwa otoritas Israel mengeluarkan 17 perintah pengusiran pada bulan Juli dan enam pada bulan Agustus, dikutip dari laman Middle East Monitor, Selasa (8/9/2026)

Pemerintah wilayah tersebut menyatakan bahwa angka-angka itu mencerminkan percepatan penerapan kebijakan pengusiran menjelang musim liburan Yahudi, yang berlangsung dari pertengahan September hingga awal Oktober.

Menurut pemerintah wilayah tersebut, sebanyak 785 perintah pengusiran telah tercatat sejak awal tahun hingga akhir Agustus, termasuk 762 perintah selama paruh pertama tahun tersebut. Sebagian besar perintah dikeluarkan terkait dengan Masjid Al-Aqsa, khususnya sebelum dan selama bulan suci Ramadhan bagi umat Islam.

Perintah-perintah baru yang tercatat pada bulan September menjadikan total jumlah yang didokumentasikan sejak awal tahun mencapai 800, tambahnya.

Pemerintah wilayah tersebut menegaskan bahwa angka-angka itu tidak serta-merta mewakili jumlah total perintah pengusiran Israel yang dikeluarkan, melainkan hanya mencakup kasus-kasus yang dapat mereka pantau dan dokumentasikan.

Di tempat lain, pada hari Ahad lalu, militer Israel melemparkan granat kejut ke arah jamaah di dalam sebuah masjid dekat Betlehem di Tepi Barat yang dijajah, ini merupakan serangan ketiga terhadap tempat ibadah sejak awal September.

Radio Voice of Palestine melaporkan bahwa pasukan Israel melemparkan granat kejut ke arah jamaah di dalam Masjid Agung saat melakukan penggerebekan di Beit Fajjar, sebelah selatan Betlehem.

Stasiun radio tersebut mengunggah foto granat yang tergeletak di atas karpet masjid setelah shalat malam, namun tidak menyebutkan waktu pasti kejadian tersebut.

Pada Selasa malam, jamaah Palestina mengalami kesulitan bernapas setelah pasukan Israel menembakkan gas air mata ke dalam sebuah masjid di desa Madama, wilayah kegubernuran Nablus di Tepi Barat bagian utara.

Voice of Palestine melaporkan saat itu bahwa para jamaah mengalami kesulitan bernapas setelah pasukan Israel menembakkan gas air mata ke dalam masjid ketika mereka sedang melaksanakan shalat malam.

Serangan Israel terhadap masjid-masjid telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk penggunaan granat, upaya pembakaran masjid, dan penulisan slogan-slogan rasis di dinding-dindingnya.

Pada tanggal 1 September, para pemukim Israel mencoba membakar Masjid Nour al-Din Zanki di Bazariya, wilayah kegubernuran Nablus. Setelah gagal mendobrak pintu masjid, mereka membakar sebuah ruangan di sebelah masjid serta mencoretkan slogan-slogan rasis dan ancaman terhadap warga Palestina di dinding-dindingnya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi