Selasa 29 Sep 2026 09:09 WIB

Lukman Hakim Saifuddin: Gontor Justru Muliakan Presiden

Ribuan santri turut menyambut kedatangan Presiden dalam momentum satu abad Gontor.

Menag Lukman Hakim Saefuddin
Foto: dok. Kemenag.go.id
Menag Lukman Hakim Saefuddin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meluruskan narasi yang mengaitkan pembacaan Surat Al-Ahzab ayat 70–73 dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dengan teguran khusus kepada Presiden Prabowo Subianto.

Alumnus Gontor tahun 1983 itu menegaskan, ayat tersebut ditujukan kepada seluruh peserta yang hadir dalam momentum satu abad Gontor, bukan secara khusus kepada Presiden. Menurut Lukman, pesan tentang amanah yang terkandung di dalamnya bersifat umum dan relevan bagi para alumni Gontor yang mengemban berbagai tanggung jawab di tengah masyarakat.

Baca Juga

“Kalau dikaitkan dengan pilihan ayat Alquran yang dibacakan, apakah itu secara khusus ditujukan kepada Pak Prabowo? Tentu tidak. Karena itu berlaku, ditujukan bagi kita semua yang hadir di situ,” kata Lukman lewat keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).

Lukman menjelaskan, acara tersebut merupakan reuni akbar yang mempertemukan berbagai generasi alumni Gontor, mulai angkatan 1950-an hingga 2000-an. Karena itu, menurut dia, pembacaan ayat mengenai amanah harus ditempatkan dalam konteks yang lebih luas.

“Jadi pilihan ayat itu, tiga ayat itu, Al-Ahzab 70, 71, 72, 73, adalah mengingatkan kita semua. Jadi semua kita yang hadir itu, dan ayat itu berlaku umum, berlaku kepada semua kita bahwa tanggung jawab itu harus diemban dengan sebaik-baiknya, kepercayaan itu harus dijaga dengan sebaik-baiknya,” jelas Lukman.

photo
Presiden Prabowo Subianto (keempat kanan) didampingi Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal (kelima kanan) berjalan usai menyampaikan sambutan pada puncak resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang dihadiri perwakilan negara sahabat, duta besar, tokoh pendidikan, dan ribuan alumni lintas angkatan tersebut digelar untuk memperingati satu abad berdirinya Ponpes Gontor sekaligus menegaskan peran pesantren modern dalam pengembangan pendidikan, keilmuan, dan sumber daya manusia di tingkat nasional maupun internasional. - (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Lukman mengatakan konteks lain yang perlu diperhatikan ialah bagaimana Gontor menerima Presiden selama kunjungan tersebut. Menurut dia, rangkaian penyambutan justru menunjukkan penghormatan kepada Prabowo sebagai kepala negara.

“Gontor itu sangat menghormati Bapak Presiden. Bahkan ekspresi disampaikan oleh Kiai Hasan Abdullah Sahal. Semua Presiden itu diundang secara terhormat oleh Gontor,” ujar Lukman.

Ia mencontohkan, penyambutan yang diberikan kepada Prabowo sejak memasuki lingkungan pondok. Ribuan santri turut menyambut kedatangan Presiden dalam momentum satu abad Gontor tersebut.

“Lihat saja penyambutan Presiden itu. Penyambutan dari sisi protokoler ke Gontor, yaitu protokoler nomor satu, yang tertinggi. Disambut sejak masuk ke jalan wilayah Gontor oleh santri-santri yang berbaris. Tidak semua orang disambut seperti itu, hanya Presiden yang disambut seperti itu,” kata dia.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi