Selasa 08 Sep 2026 21:43 WIB

14.000-an Jamaah Umrah Terdampak Penutupan Bandara Bisa Jadwal Ulang

Wamenhaj memastikan travel dan maskapai bertanggung jawab atas penjadwalan ulang.

Calon penumpang berjalan untuk lapor diri di Selasar Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (8/9/2026). Keputusan pembukaan kembali ini diambil setelah otoritas bandara merampungkan rangkaian pemeriksaan menyeluruh dan komprehensif, setelah sebelumnya Bandara Soekarno Hatta ditutup selama dua hari karena adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Calon penumpang berjalan untuk lapor diri di Selasar Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (8/9/2026). Keputusan pembukaan kembali ini diambil setelah otoritas bandara merampungkan rangkaian pemeriksaan menyeluruh dan komprehensif, setelah sebelumnya Bandara Soekarno Hatta ditutup selama dua hari karena adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan sebanyak 14.000-an jamaah umrah terdampak pembatalan keberangkatan akibat penutupan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mendapat penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan.

"Jadi pada 5, 6, dan 7 September 2026 itu kan semuanya dibatalkan keberangkatannya. Ada sekitar kurang lebih 14 ribuan jamaah kita yang kemudian tidak bisa berangkat, jamaah umrah," ujar Dahnil, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga

Dia menjelaskan jamaah umrah yang belum bisa berangkat atau pending akan dilakukan penjadwalan ulang penerbangan dengan ketentuan tidak dikenakan biaya tambahan. Pihaknya telah mengirim surat edaran terkait dengan tanggung jawab dari travel dan maskapai.

"Jadi dari Dirjen Bina dan Pengendalian, kami memastikan bahwasanya travel umrah dan maskapai itu harus memenuhi tanggung jawab mereka, terutama terkait dengan penjadwalan ulang," ucap Dahnil.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus memantau, terutama hak-hak jamaah umrah yang harus dipenuhi oleh maskapai maupun agen perjalanan, termasuk bagi jamaah yang terdampak kembali ke daerah masing-masing.

"Sebagian kemarin ditampung di Asrama Haji Cipondoh, kemudian ada yang kembali kemarin ke daerah masing-masing, baik itu di Jawa maupun di Sumatera. Namun kemudian, pihak travel dan maskapai yang menangani jamaah umrah itu harus tetap menjamin penjadwalan ulang mereka," kata Dahnil.

Per hari ini (8/9/2026), Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sudah dibuka, di mana penerbangan untuk membawa jamaah umrah kembali sesuai dengan jadwal.

"Bisa lebih dari 15 ribuan ya yang dari Bandara Soekarno-Hatta. Jadi kita pastikan tidak ada penambahan biaya terkait ini. Jadi penjadwalan ulang itu harus dilakukan segera mungkin," ucap Dahnil.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi