REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud mengatakan pemimpin harus mampu beradaptasi dengan transformasi digital sekaligus menghasilkan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan organisasi.
"Digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan instrumen penting dalam tata kelola organisasi modern dan dakwah masa kini," kata Marsudi dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Marsudi saat menghadiri Silaturahmi Nasional Majelis Alumni IPNU bertajuk "Kepemimpinan NU yang Adaptif terhadap Perubahan Sosial" di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Menurut dia, perkembangan teknologi digital merupakan bagian dari perubahan sosial yang perlu direspons oleh pemimpin, termasuk dalam pengelolaan organisasi dan pelaksanaan dakwah.
Kemampuan beradaptasi dengan teknologi, kata Marsudi, juga diperlukan untuk membangun komunikasi dengan generasi muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital.