REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dicintai Allah SWT dan sesama manusia merupakan harapan setiap Muslim. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan amalan yang menjadi jalan meraih keduanya, yakni dengan menerapkan sikap zuhud terhadap dunia dan terhadap harta milik orang lain.
Diriwayatkan, Nabi Muhammad SAW ditanya amalan apa yang bisa membuat seseorang dicintai Allah SWT dan manusia. Nabi Muhammad SAW menjawab, "zuhud."
Seorang laki-laki datang menemui Nabi Muhammad SAW kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan jika aku mengerjakannya maka Allah akan mencintaiku dan manusia juga mencintaiku."
Rasulullah SAW menjawab, "Zuhudlah di dunia, niscaya Allah mencintaimu dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan (milik) orang lain, niscaya mereka mencintaimu." (HR Imam Ibnu Majah)
Nasihat yang baik dari Rasulullah SAW ini mencakup dua wasiat agung. Pertama, zuhud di dunia. Kedua, zuhud terhadap yang dimiliki orang lain.
Wasiat ini menjelaskan obsesi yang menyibukkan pikiran para sahabat Nabi Muhammad SAW adalah amalan. Yakni, amalan yang bisa memasukkan mereka ke surga atau amalan yang menjadi sebab kecintaan dari makhluk dan Al-Khaliq.