REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Kelompok perlawanan Irak, Kata'ib Hezbollah, menegaskan bahwa kelompok-kelompok perlawanan di kawasan akan ikut terlibat secara langsung dan tegas jika terjadi perang terhadap Republik Islam Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Keamanan Kata'ib Hezbollah, Abu Mujahid al-Assaf, pada Selasa (14/7/2026), dikutip dari laman Mehr News.
Ia menegaskan bahwa sikap kelompoknya didasarkan pada komitmen ideologis yang tidak dapat ditawar.
"Jika perang pecah terhadap Iran, maka partisipasi kelompok-kelompok perlawanan akan berlangsung segera dan secara tegas," kata Assaf.
"Keputusan ini didasarkan pada keyakinan dan prinsip perjuangan. Tidak ada ruang untuk tawar-menawar dalam hal ini."
Assaf menambahkan bahwa dukungan terhadap Iran merupakan bagian dari sikap ideologis yang diyakini oleh kelompoknya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kembali meningkatnya ketegangan setelah Amerika Serikat melanjutkan tindakan militer yang oleh pihak-pihak terkait disebut sebagai agresi terhadap wilayah selatan Iran.
Terjemahan ini mempertahankan makna asli naskah dengan bahasa Indonesia yang lebih natural, formal, dan sesuai gaya pemberitaan media.