Selasa 14 Jul 2026 18:18 WIB

Mengapa Iran Memilih Serang Negara Teluk Ketimbang Kapal Perang AS? Ini Kata Pakar Militer

Iran tegaskan akan melawan jika diserang.

Rudal Iran
Foto: Tasnim News
Rudal Iran

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA— Laju eskalasi militer di kawasan Timur Tengah terus meningkat. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dilaporkan telah menggencarkan serangan udara dengan menghantam hampir 300 sasaran dalam waktu singkat.

Operasi tersebut ditujukan untuk melumpuhkan infrastruktur militer Iran yang terkait dengan strategi penguasaan dan pengendalian Selat Hormuz.

Baca Juga

Dalam analisisnya kepada Aljazeera, dikutip Selasa (14/7/2026), pakar militer Brigadir Jenderal (Purn) Elias Hanna menjelaskan alasan mengapa Teheran menghindari serangan langsung terhadap kapal-kapal perang Amerika Serikat dan lebih memilih mengarahkan serangannya ke wilayah negara-negara sekitar.

Menurut Hanna, keputusan tersebut didasarkan pada perhitungan biaya dan efektivitas militer. Menyerang unit-unit militer Amerika secara langsung berisiko memicu respons Washington yang keras dan menghancurkan.

Ia mengingatkan bahwa Amerika Serikat sebelumnya telah memberikan peringatan tegas agar personelnya tidak menjadi sasaran dalam berbagai konfrontasi di kawasan.

Selain risiko balasan yang sangat besar, Hanna menilai kapal-kapal perang Amerika juga merupakan target yang sulit diserang karena dilengkapi sistem pertahanan udara berlapis dan teknologi perlindungan yang canggih.

Karena itu, aset-aset militer tersebut berada di luar jangkauan efektif sistem penangkalan langsung yang dimiliki Iran.

Berdasarkan kondisi tersebut, Hanna menjelaskan bahwa strategi penangkalan Iran saat ini bertumpu pada dua pilar utama.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi