Kamis 25 Jun 2026 15:02 WIB

Mengapa Bunga Tulip Menjamur di Turki dan Begitu Disucikan pada Masa Ottoman?

Bunga Tulip mempunyai tempat tersindir bagi masyarakat Turki.

Ilustrasi Bunga Tulip di Turki.
Foto: dok epa sedat suna
Ilustrasi Bunga Tulip di Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL-Setiap kali bulan April tiba, Turki bersiap menyelenggarakan salah satu perayaan paling terkenal di negara itu, yaitu Festival Tulip.

Jalan-jalan, taman kota, dan ruang terbuka hijau dihiasi jutaan bunga tulip dengan aneka warna dan bentuk.

Baca Juga

Pada 2016 misalnya, lebih dari 30 juta bunga tulip ditanam untuk memeriahkan festival tersebut.

Festival ini merupakan upaya menghidupkan kembali tradisi lama peninggalan Kesultanan Utsmaniyah yang pernah menjadi simbol penting dalam sejarah dunia Islam.

Bahkan, ketika Turki merancang gedung misi diplomatiknya di New York, bentuk bunga tulip dipilih sebagai inspirasi arsitekturnya karena dianggap sebagai ikon sejarah Utsmaniyah.

Mengutip Arabic Post, Kamis (25/6/2026), salah satu penguasa Ottoman yang paling terkenal karena kecintaannya terhadap tulip adalah Sultan Ahmed III (1703–1730).

Pada musim semi, ia menghabiskan sebagian besar waktunya menghadiri festival-festival tulip bersama wazir agungnya, Ibrahim Pasha.

Begitu besarnya kecintaan sang sultan terhadap festival ini hingga suatu hari duta besar Prancis kesulitan memperoleh kesempatan untuk bertemu dengannya.

Pertemuan baru terlaksana setelah adanya perantaraan Putri Fatimah Sultan, yang kemudian membuat Ibrahim Pasha meninggalkan festival untuk menemui sang diplomat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement