Ahad 21 Jun 2026 18:23 WIB

Hubungan Memanas, AS Waspadai Spionase Intelijen Israel hingga Level Membahayakan

Hubungan AS dan Israel sudah mulai retak.

Ilustrasi agen Mossad.
Foto: Anadolu Agency
Ilustrasi agen Mossad.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Selama ini hubungan antara Amerika Serikat dan Israel selalu digambarkan sebagai kemitraan strategis yang kokoh dan tak tergoyahkan.

Namun, di balik berbagai penampilan diplomatik yang menunjukkan persatuan, jurang perbedaan yang serius di tingkat kelembagaan justru semakin melebar.

Baca Juga

Kebocoran intelijen dan laporan investigatif terbaru mengindikasikan bahwa Pentagon kini memandang Israel sebagai ancaman kontraintelijen yang semakin serius dan sensitif.

Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat (DIA) baru-baru ini meningkatkan tingkat ancaman spionase Israel menjadi kategori "kritis".

Langkah tersebut mengguncang komunitas keamanan nasional Amerika dan menandai perubahan dramatis dalam cara Washington memandang hubungan dengan sekutu dekatnya itu.

Dalam dunia geopolitik, praktik saling memata-matai di antara negara-negara sekutu sebenarnya merupakan rahasia umum.

Badan-badan intelijen secara rutin memantau pemerintah negara sahabat untuk mengantisipasi perubahan kebijakan dan arah politik mereka.

Yang terjadi kali ini bukan sekadar peringatan umum yang samar. Sejumlah laporan terbaru mengungkap operasi yang sangat spesifik yang menyasar pejabat tinggi Amerika Serikat.

Mengutip Aljazeera, Ahad (21/6/2026), para analis menyebut bahwa agen intelijen Israel secara intensif menargetkan sejumlah tokoh penting di lingkungan pertahanan dan diplomasi Amerika.

 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi