Selasa 23 Jun 2026 16:39 WIB

Kedudukan Kaum Wanita Sebelum dan Sesudah Islam Hadir

Di sejumlah masyarakat kuno, perempuan dipandang sebagai milik laki-laki.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Jilbab (ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Jilbab (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Jauh sebelum Islam hadir, kedudukan wanita di berbagai peradaban dunia berada pada posisi yang memprihatinkan. Di sejumlah masyarakat kuno, perempuan dipandang sebagai milik laki-laki, dapat diperjualbelikan, bahkan kehilangan hak-hak dasar sebagai manusia. Kehadiran Islam kemudian membawa perubahan besar dengan mengangkat martabat wanita dan menempatkan mereka sebagai sosok yang harus dihormati serta dimuliakan.

Menurut catatan sejarah, sebelum kehadiran agama Islam, di dunia terdapat dua peradaban besar, yaitu peradaban Yunani dan Romawi. Dunia juga mengenal dua agama besar, Yahudi dan Nasrani, kedua-duanya termasuk agama langit.

Baca Juga

Masyarakat Yunani yang terkenal dengan pemikiran filsafatnya tidak banyak berbicara tentang hak dan kewajiban wanita. Di kalangan elit yakni raja-raja dan kaum bangsawan, kaum wanita ditempatkan (disekap) di dalam istana-istana.

Sedangkan di kalangan lapisan bawah, nasib kaum wanita sangat menyedihkan. Mereka boleh diperjualbelikan di pasar, dan yang sudah berumah tangga sepenuhnya menjadi milik suaminya serta mutlak harus tunduk di bawah kekuasaan suami. Mereka tidak memiliki hak-hak sipil, hak waris pun tidak mereka punyai.

HMH Al-Hamid Al-Husaini dalam buku Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW menerangkan bahwa pada masa puncak peradaban Yunani, kaum wanita mempunyai kebebasan semata-mata untuk dapat memenuhi kebutuhan dan selera syahwat serta kemewahan kaum lelaki. Hubungan seksual bebas tidak dipandang melanggar kesusilaan. Tempat-tempat pelacuran menjadi pusat-pusat kegiatan politik dan sastra atau seni. Patung-patung telanjang bulat yang banyak bertebaran di negeri-negeri Barat merupakan bukti yang menunjukkan sisa-sisa pandangan mereka.

photo
Infografis Tiga Upaya Menggagalkan Dakwah Nabi Muhammad - (Dok Republika)

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi