REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Banyak orang mengira keadilan adalah puncak akhlak dalam Islam. Namun, menurut Buya Hamka, ada satu tingkatan yang lebih tinggi yaitu ihsan. Dalam Tafsir Al-Azhar, ulama besar Indonesia itu menjelaskan bahwa ihsan bukan hanya beribadah kepada Allah dengan penuh kesadaran akan pengawasan-Nya, tetapi juga berbuat baik kepada sesama melebihi batas keadilan yang semestinya.
Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah yang akrab disapa Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan bahwa Allah SWT sangat menyukai manusia yang berbuat ihsan.
Buya Hamka dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ihsan mengandung dua maksud, pertama selalu mempertinggi mutu amalan, berbuat yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga kian lama tingkat iman itu kian naik.
Di dalam Hadis Nabi Muhammad SAW yang shahih, "AI-Ihsan adalah engkau sembah Allah seakan-akan engkau lihat Allah itu. Maka jika engkau tidak lihat Dia, namun Dia tetap melihat engkau."
Maksud ihsan yang kedua adalah kepada sesama makhluk, yaitu berbuat lebih tinggi lagi dari keadilan.
Contoh ihsan yang kedua, kita memberi upah kepada seseorang atau tukang yang mengerjakan suatu pekerjaan. Kita berikan kepadanya upah yang setimpal dengan tenaganya. Pembayaran upah yang setimpal itu adalah sikap yang adil.
Tetapi jika kita memberikan upah lebih dari yang semestinya, sehingga hati tukang itu besar dan gembira, maka pemberian yang lebih dari biasanya itu dinamai ihsan.