REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Penguatan moral generasi dan kesejahteraan umat menjadi dua agenda utama Al Washliyah. Ketua Umum PB Al Washliyah KH Masyhuril Khamis mengatakan organisasi tersebut akan memperkuat gerakan dakwah untuk membentengi masyarakat dari berbagai bentuk kerusakan moral, termasuk penyebaran LGBT yang semakin masif.
"Dakwah utama yang diperjuangkan oleh Al Washliyah selain pendidikan adalah untuk membentengi umat dari bahaya kerusakan moral, terutama sekali membentengi umat dari LGBT yang semakin meluas, ini menjadi fokus gerakan dakwah Al Washliyah mengingat penyebarannya sudah sangat masif," kata Kiai Masyhuril saat pembukaan Muktamar ke XXIII Al Jam'iyatul Al Washliyah di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa (7/7/2026) malam.
Ia menjelaskan, selain itu fokus lain perjuangan dakwah Al Washliyah adalah memperkuat kesejahteraan rakyat menuju Indonesia maju. Supaya rakyat kaya secara materi, kuat imannya dan mulia akhlaknya.
Kiai Masyhuril mengungkapkan bahwa Al Washliyah adalah organisasi yang tidak hanya bicara soal dakwah dan pendidikan, tapi juga ekonomi. Al Washliyah ingin ekosistem ekonomi terbangun khususnya bagi generasi muda Indonesia.
"Kita ingin generasi kita tidak hanya generasi yang bisa membaca kitab kuning, tapi mereka juga harus mampu menjadi generasi entrepreneur, karena itu kita hidupkan di dalam ada yang disebut dengan bank perekonomian syariah, ada koperasi syariah, ada lembaga yang mengelola halal, ada yang mengelola zakat, infak, sedekah, ada yang mengelola wakaf, dan kedepan kita akan bicara soal lingkungan hidup, soal pemberdayaan nelayan dan petani," kata Kiai Masyhuril.
Kiai Masyhuril mengatakan, Al Washliyah juga akan bicara tentang bagaimana sumber daya alam (SDA) dan kekayaan bangsa dikelola dengan baik dan melibatkan generasi muda. Terlibatnya generasi muda bangsa dalam mengelola SDA adalah sesuatu yang harus difasilitasi oleh negara.
"Ini menunjukkan bahwa organisasi sangat dicintai kader dan menjadi sarana perjuangan untuk membangun bangsa,” ujar Kiai Masyhuril.
Muktamar XXIII Al Jam'iyatul Al Washliyah diikuti sekitar 1.000 peserta dari 38 Pengurus Wilayah se-Indonesia, 7 Organisasi Bagian,198 Pengurus Daerah, Sejumlah Pengurus Luar Negeri seperti dari Malaysia, Inggris, Eropa dan Amerika Serikat, para Rektor atau Kepala Sekolah Tinggi Al Washliyah dan jajaran PB Al Washliyah lainnya.
Tampak di deretan kursi tamu, para pejabat tinggi dan tokoh masyarakat, di antaranya, Ketua MUI KH Abdul Manan Ghani, Ketua Harian PSI Ahmad Ali, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid, Wamendes Ahmad Riza Patria, Ambassador of Palestine to Indonesia H.E. Mr. Abdel Fattah A.K. Alsattari, Kepala BIN Z Huda.
Pada momen pembukaan Muktamar ditandatangani MoU kerjasama program dan bantuan uang untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru-guru Al Washliyah senilai Rp 500 juta di tahap pertama dan Rp 500 juta di tahap berikutnya.