Senin 25 May 2026 16:11 WIB

Amalan saat Wukuf di Arafah, Muzdalifah, dan Mina

Hari Arafah adalah hari yang mustajab di tempat yang mustajab.

Jamaah haji saat wukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi (ilustrasi).
Foto: Antara
Jamaah haji saat wukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH, – Musyrif Dini Haji Indonesia 2026 Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengimbau para jamaah haji Indonesia untuk mempersiapkan diri secara optimal menghadapi puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah yang akan dilaksanakan pada 9 Zulhijah.

"Wukuf di Arafah adalah rukun utama dalam ibadah haji. Tanpa kehadiran fisik di Arafah pada tanggal tersebut, ibadah haji tidak sah. Karena itu, perlu kesiapan fisik dan mental yang matang," ujar Kiai Asrorun Niam, Senin (25/5/2026).

Baca Juga

Ia menjelaskan bahwa hari ini, 8 Zulhijah, jamaah akan mulai bergerak secara bertahap menuju Arafah. Kementerian Haji telah mengatur keberangkatan secara berangsur agar semua jamaah dapat tiba tepat waktu tanpa ada yang tertinggal.

Di Arafah, lanjutnya, para jamaah diimbau memperbanyak amalan seperti doa, zikir, salawat, salat sunah, membaca Al-Qur’an, dan melakukan muhasabah diri.

"Hari Arafah adalah hari yang mustajab di tempat yang mustajab. Sebaik-baik doa adalah doa di Hari Arafah. Gunakan waktu tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampun atas kesalahan, baik kepada Allah maupun kepada sesama," jelasnya.

photo
Infografis Tata Cara Ibadah Umrah. Infografis haji 2026 - (Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement