REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Inti ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah. Seluruh jamaah, tak terkecuali yang sakit atau lanjut usia, harus melaksanakannya.
Tentunya, pelaksanaan ini memiliki keringanan (rukhsah). Berkaitan dengan jamaah yang sakit, panitia penyelenggara haji dari negara asal biasanya akan berkoordinasi dengan pihak khadim al-haramain (Arab Saudi) untuk agar mereka dapat disafariwukufkan.
Saat wukuf, aktivitas seluruh jamaah haji beragam, kecuali pada saat shalat dan khutbah berlangsung. Jamaah pada umumnya bergantung pada pembimbing. Saat berdoa, misalnya, tak sedikit jamaah yang sekadar mengamini pembimbing.
Padahal, setiap jamaah dimungkinkan untuk berdoa, mencurahkan segala harapan, isi hati dan pikiran, serta kepasrahan secara langsung kepada Allah.
Maka, pilihlah doa yang terbaik, yakni yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah Muhammad SAW. Apa saja redaksi doa yang sebaiknya kita panjatkan pada saat wukuf?
Hakim meriwayatkan:
Musa AS berkata, "Wahai Tuhanku, ajarkan kepadaku doa. Dengan doa itu, nantinya aku akan berdoa dan bermunajat kepada-Mu."
Allah berfirman, "Wahai Musa, katakanlah: Tiada Tuhan selain Allah."
Musa AS berkata, "Wahai Tuhanku, setiap orang menyebutkan (kalimat) tiada Tuhan selain Allah."
Allah berfirman, "Wahai Musa, andai tujuh langit dan bumi berada dalam satu piring timbangan dan (kalimat) 'tiada Tuhan selain Allah' berada dalam satu piring timbangan yang lainnya, tentu (kalimat) 'tiada Tuhan selain Allah' akan lebih berat."
***




