Ahad 24 May 2026 20:46 WIB

Ini Skema Murur dan Tanazul Terbaru pada Pelaksanaan Armuzna 2026

Skema murur diperuntukkan bagi jamaah lanjut usia.

Jamaah haji Indonesia ikut mabit di Muzdalifah pada Kamis (5/6/2025) malam usai wukuf di Arafah.
Foto: Teguh Firmansyah / Republika
Jamaah haji Indonesia ikut mabit di Muzdalifah pada Kamis (5/6/2025) malam usai wukuf di Arafah.

Oleh: Fernan Rahadi, dari Madinah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, Pada fase puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI akan menjalankan skema pergerakan murur dan tanazul.

Murur adalah jamaah hanya melintas di Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan, saat mereka bergerak dari Arafah menuju Mina.

Baca Juga

Aslinya adalah setelah wukuf di Arafah, jamaah bermalam sejenak (mabit) di Muzdalifah, lalu setelah tengah malam melanjutkan perjalanan ke Mina.

Sedangkan tanazul adalah jamaah tidak mabit di Mina di hari tasyrik saat prosesi melontar jumrah sampai 12 atau 13 Dzulhijjah.

“Skema murur dijalankan untuk melindungi jamaah haji Indonesia, karena kondisi di Muzdalifah tidak memungkinkan seluruh jamaah turun di sana,” kata Kepala Seksi Pembimbing Ibadah (Bimbad) PPIH Daker Makkah Erti Herlina, kepada Tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Ahad 24 Mei 2026.

photo
Jamaah haji Indonesia mengumpulkan batu kerikil saat mabit di Muzdalifah, Makkah, Arab Saudi, Kamis (5/6/2025) malam. Setelah mabit di Muzdalifah, jamaah haji melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melempar jumrah aqabah. - (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi